PADANG, KP — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyambut positif langkah Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menguji coba kebijakan penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih dekat dengan domisili. Mahyeldi mengaku telah menerapkan konsep penataan pegawai tersebut sejak menjabat Wali Kota Padang hingga menjadi Gubernur Sumbar.
Mahyeldi menilai, kebijakan yang memprioritaskan keseimbangan kehidupan keluarga dan pekerjaan (work-life balance) berpotensi mendongkrak motivasi kerja serta kualitas pelayanan publik. Sebab, ASN yang bertugas dekat keluarga cenderung memiliki kondisi psikologis lebih stabil sehingga bekerja lebih produktif.
Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), Mahyeldi menegaskan kedekatan domisili tetap diselaraskan dengan kebutuhan organisasi, sistem merit, dan pemerataan SDM di tiap instansi. Profesionalisme ASN serta kualitas pelayanan masyarakat tetap menjadi indikator utama.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik gagasan tersebut. Kami bahkan sudah menerapkan konsep itu sejak lama, baik saat menjadi Walikota Padang maupun ketika menjadi Gubernur Sumbar saat ini,” kata Gubernur Mahyeldi, Selasa (28/7).
Mahyeldi berharap uji coba BKN dapat menjadi bahan evaluasi manajemen ASN nasional secara menyeluruh demi menghadirkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, program ‘Mendekatkan pada Domisili dan Mendekatkan pada Keluarga’ masih diuji coba secara internal di lingkungan BKN. Program itu bertujuan untuk menekan biaya transportasi dan penginapan pegawai. (*/her)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!