SIMPANG EMPAT, KP – Polres Pasaman Barat (Pasbar) mengimbau kepada masyarakat setempat agar waspada terhadap perekrutan tenaga kerja dengan diiming-imingi gaji besar dari orang yang identitasnya tidak jelas agar tidak menjadi korban perdagangan manusia.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pasbar, AKBP Agung Basuki kepada KORAN PADANG saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (7/6) siang.
“Kami mengimbau supaya masyarakat setempat waspada terhadap orang yang identitasnya tidak jelas yang merekrut tenaga kerja ke luar negeri,” katanya di Simpang Empat.
Apabila hal itu ditemui, masyarakat diharapkan menolak atau melaporkannya ke pihak kepolisian supaya segera ditindaklanjuti.
Dikatakan, hal itu sebagai respons terhadap tingginya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di beberapa wilayah. Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati.
“Ia meminta supaya setiap ada orang baru yang datang ke wilayah kita dan ingin merekrut tenaga kerja ke luar negeri atau dalam negeri, harus melakukan pengecekan identitas terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurutnya, apabila identitas orang tersebut tidak jelas, maka sudah dapat dipastikan bahwa keberangkatannya tidak sesuai dengan prosedur. Jika keberangkatannya tidak sesuai dengan prosedur, maka berisiko terhadap tindak perdagangan orang.
Ditegaskan bahwa para pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menggunakan modus operandi seperti merekrut tanpa melibatkan perusahaan resmi, membantu pengurusan paspor, mengirim korban dengan visa kunjungan, dan memberikan tiket pulang-pergi.
Selain itu, mereka juga menyelundupkan korban ke negara lain yang bukan tujuan awalnya, mengikat korban dengan kontrak kerja dalam bahasa yang tidak dipahami korban, serta menempatkan korban di lokasi yang tersembunyi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memberikan informasi apabila ditemukan dugaan TPPO di sekitar tempat tinggalnya, agar dilaporkan melalui Lapor Pak Kapolres melalui nomor WhatsApp 082251168184,” tambahnya. (rom)
