Kerugian Bencana Capai Rp6,5 Miliar, Pemkab Kebut Penanganan Darurat

by Redaksi
A+A-
Reset

PARIAMAN, KP — Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Padang Pariaman sejak awal pekan menelan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp6,5 miliar. Menanggapi situasi darurat tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Pj Sekda Hendra Aswara memimpin jajaran OPD menunggangi sepeda motor trail dalam aksi ‘Putar Roda’ untuk meninjau enam titik lokasi bencana, Rabu (5/8).

Aksi mengendarai roda dua tersebut dipilih demi menembus akses terisolasi akibat longsor yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Salah satu lokasi paling parah berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan. Di kawasan ini, badan jalan ambles sepanjang tujuh meter dengan kedalaman 15 meter hingga membuat jalur transportasi lumpuh total.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Bupati John Kenedy Azis menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera membuat jalan darurat dengan trase baru demi menyambung mobilitas warga. Selain di IV Koto Aur Malintang, penanganan darurat dan pengalihan arus juga dilakukan pada ruas jalan terputus di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur.

“Pemerintah akan terus berupaya agar seluruh dampak bencana dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, disertai percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi,” kata Bupati John Kenedy Azis.

Guna mempercepat pembersihan material longsor di tengah keterbatasan alat berat, Pemkab Padang Pariaman terus berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar, BNPB, serta unsur TNI-Polri. Bantuan logistik berupa terpal, kasur, hingga ‘family kit’ juga langsung digelontorkan kepada para korban terdampak.

“Pemerintah daerah terus melakukan pendataan secara menyeluruh karena angka kerugian tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen di lapangan,” kata John Kenedy Azis. (ak/*)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!