PADANG, KP — Dihantam badai dan ombak setinggi tiga meter, kapal nelayan KM Halim Wijaya yang mengalami kerusakan mesin di perairan Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan. Dua awak kapal diselamatkan dalam kondisi sehat setelah ditarik sandar di Pelabuhan Bungus, Kota Padang, Kamis (6/8) sekira pukul 09.05 WIB.
Kapal berukuran 17 meter tersebut berlayar dari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, menuju Bungus pada Rabu (5/8) sekira pukul 10.00 WIB. Namun sekitar pukul 16.00 WIB, mesin kapal mendadak mati di tengah lautan. Usaha perbaikan mandiri hingga malam hari tak membuahkan hasil hingga ABK menghubungi pemilik kapal untuk meminta pertolongan SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik menjelaskan, usai menerima laporan, pihaknya langsung bertolak mengerahkan KN SAR Yudistira. Namun, proses evakuasi di lautan sempat ditunda akibat cuaca ekstrem yang membahayakan keselamatan.
“Hujan deras disertai badai dan gelombang laut mencapai sekitar tiga meter membuat pelayaran tidak aman sehingga kapal penyelamat terpaksa kembali ke Pelabuhan Bungus,” kata Abdul Malik, Kamis (6/8).
Tim SAR baru kembali bertolak menembus gelombang sekira pukul 03.45 WIB setelah cuaca berangsur membaik. Pengerahan KN SAR Yudistira yang diperkuat RIB 02 berhasil menemukan posisi kapal terombang-ambing sekitar 12 mil laut dari titik perkiraan awal sekira pukul 06.20 WIB.
Petugas SAR langsung melakukan proses ‘towing’ atau penarikan kapal menembus perairan lepas hingga akhirnya tiba dengan selamat di Dermaga Pelabuhan Bungus.
“Selanjutnya dilakukan debriefing dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup karena seluruh korban telah ditemukan dalam kondisi selamat,” pungkas Abdul Malik. (lgm/*)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!