JAKARTA, KP — Mantan Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum menyusul namanya ikut terseret dalam polemik isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang kembali mencuat di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyebut bahwa SBY merasa terganggu dan difitnah oleh narasi yang mengaitkan dirinya dengan isu tersebut.
Menurut Andi Arief, SBY tengah mempertimbangkan langkah awal berupa pengiriman somasi kepada akun atau pihak yang menyebarkan tudingan tersebut. Apabila penyebaran fitnah tidak dihentikan, maka opsi jalur hukum akan ditempuh.
“Pak SBY merasa dirugikan karena namanya diseret-seret dalam isu yang sama sekali tidak ada keterkaitannya. Langkah hukum bisa diambil untuk menjaga nama baik dan keadilan,” ujar Andi Arief dikutip dari tvonenews.com.
Partai Demokrat menegaskan bahwa SBY tidak pernah terlibat dalam polemik isu ijazah Presiden Joko Widodo. Tudingan yang beredar di media sosial dinilai sebagai misinformasi dan hoaks yang berpotensi menyesatkan publik.
Dalam pernyataan resminya, Partai Demokrat juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih substansial.
Demokrat meminta publik untuk lebih fokus pada isu-isu strategis nasional, seperti penanganan bencana alam serta upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak. (tvo)
