SOLOK, KP – Tim Kecamatan Gunung Talang kembali bertemu dengan tim Kecamatan X Koto Singkarak pada partai puncak turnamen Bupati Solok Cup (BSC) 2023. Ini seperti duel ulangan BSC tahun lalu di mana kedua tim juga bertemu di final. Saat itu, Gunung Talang keluar sebagai juara setelah mengalahkan X Koto Singkarak dengan skor 1-0.
Akankah Gunung Talang mampu mempertahankan gelarnya? Atau malah X Koto Singkarak yang akan membalaskan dendamnya? Hal itu akan diketahui pada pertandingan final BSC 2023 yang rencananya akan digelar Jumat depan (1/12).
Tim Kecamatan Gunung Talang sukses melenggang ke final BSC 2023 setelah menundukan Kecamatan X Koto Diatas dengan skor 2-0 pada babak semifinal di GOR Batu Batupang, Sabtu (25/11). Dua gol kemenangan Gunung Talang diciptakan Fadli pada menit ke-25 dan Satria pada menit ke-45.
“Alhamdulillah, kita kembali melaju ke final. Mudah-mudahan bisa juara sekaligus mempertahankan gelar yang diperoleh tahun lalu,” kata manajer Tim Gunung Talang, Firman dan pelatih Ismail.
Sedangkan tim Kecamatan X Koto Singkarak meraih tiket final setelah mengalahkan Kecamatan Bukit Sundi dengan skor 2-0, pada laga semifinal yang digelar Minggu (26/11).
Diprediksi pertandingan final BSC 2023 ini akan berjalan menarik, di mana wakil dari wilayah Utara dan wilayah Tengah Kabupaten Solok ini diyakini akan tampil dengan strateginya masing-masing untuk meraih gelar juara.
Terpisah, Bupati Solok Epyardi Asda mengapresiasi kedua tim yang berhasil lolos ke final. Apalagi, ini akan menjadi final ulangan bagi kedua tim. “Tentunya pertandingan final ini sangat menarik untuk disaksikan. Namun, tetap utamakan semangat fair play dan sportivitas,” kata Bupati Epyardi Asda.
Sholatul Na Isra Topkor Sementara
Penyerang asal kesebelasan Kecamatan Bukit Sundi, Sholatul Na Isra, menjadi pencetak gol terbanyak atau topkor sementara pada turnamen Bupati Solok Cup (BSC) 2023. Hingga saat ini, Sholatul Na Isra sudah mencetak 9 gol. Pundi-pundi golnya itu diperkirakan bakal sulit dikejar oleh para pesaing terdekatnya, Wahyu Satria Devan dari Gunung Talang. Sebab, Wahyu baru mencetak lima gol. Meski timnya lolos ke final, namun untuk menjadi topskor, Satria harus mencetak setidaknya empat gol untuk menyamaai Sholatul Na Isra atau lima gol untuk menjadi topskor tunggal. (wan)
