Home » Pencapaian Signifikan Dinas BMCKTR Sumbar dalam Pembangunan Infrastruktur

Pencapaian Signifikan Dinas BMCKTR Sumbar dalam Pembangunan Infrastruktur

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG – Dalam dua tahun terakhir, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mencapai sejumlah pencapaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur di daerah ini.

Salah satu proyek utama adalah pengembangan jalan Pasar Baru – Alahan Panjang, yang berfungsi sebagai akses cepat untuk Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.

Hingga saat ini, proyek ini telah mencapai tingkat realisasi fisik sebesar 83,48 persen dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat.

Keberhasilan Dinas BMCKTR ini merupakan hasil dari implementasi Program Unggulan (Progul) yang diusung oleh Gubernur Sumbar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi antar daerah melalui pembangunan infrastruktur.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melalui Kepala Dinas BMCKTR, Era Sukma Munaf menjelaskan, proyek pengerjaan jalan provinsi Pasar Baru-Alahan Panjang akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Hingga 18 September 2023, realisasi fisik jalan telah mencapai 83,48 persen. Prioritas dalam beberapa waktu mendatang adalah menyelesaikan pengaspalan sepanjang 6 KM dan menurunkan ketinggian permukaan jalan (elevasi) sepanjang 1,3 KM. “Sejauh ini, sudah teraspal sepanjang 38,95 km dan masih perlu aspal sekitar 6 KM lagi,” kata Era Sukma.

Harapannya, pengerjaan akan selesai pada tahun 2024 dengan perkiraan biaya sebesar Rp 40 miliar. Selain itu, BMCKTR juga sedang mengerjakan pembangunan lima jembatan panel yang diperlukan untuk ruas jalan ini. Selama tahun 2023, berbagai tahapan telah dilakukan, termasuk penggalian sepanjang 2,365 KM, pengerasan aspal sepanjang 450 M, dan penimbunan dengan material pilihan sepanjang 500 M.

“Kami juga akan mengatasi titik-titik penyempitan jalan (Bottleneck) sebanyak tiga, dengan harapan penyelesaian pada tahun 2024. Pada tahun 2025, jalan ini akan menjadi jalur operasional untuk masyarakat kedua kabupaten tersebut,” tambahnya.

Jalan Provinsi Sepanjang 5,9 Km di Kepulauan Mentawai Tuntas Desember 2023

Pemprov Sumbar juga terus berupaya meningkatkan akses jalan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengawasi pengerjaan jalan long segment Kantor Camat Sipora Utara-Dusun Berkat sepanjang 5,9 kilometer (KM). Ini merupakan salah satu dari dua ruas jalan provinsi di Mentawai, dan diharapkan dapat selesai dalam tahun ini.

“Peningkatan akses jalan yang dilakukan di Kepulauan Mentawai, adalah bagian dari upaya Pemprov Sumbar untuk terus memacu perekonomian di Bumi Sikerei,” katanya.

Disisi lain pada 2022, ada banyak proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur. Di antaranya Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) Tahap III senilai Rp64,509 miliar. Proyek PHJD Tahap III merupakan perluasan program pilot project lima tahun yang didanai Australia dan diawasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ini dilaksanakan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

“Pada 2022 ini, tahun ke-3 bagi Provinsi Sumbar dalam pelaksanaan PHJD,” jelas Era Sukma. Total dana hibah 2022 untuk program tersebut senilai Rp64,509 miliar. Pengerjaannya dibagi 3 paket, tersebar di kabupaten/kota di Sumbar.

Paket 1 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Provinsi Sumbar di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan pagu dana fisik Rp18 miliar. Dana ini untuk pengerjaan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pessel, Kabupaten Solok dan Kota Padang.

Ada empat ruas jalan dikerjakan., masing-masing jalan Pasar Baru– Alahan Panjang sepanjang 48,15 Km (P.073), Teluk Kabung-Mandeh-Tarusan (42,60 Km) (P.083), Teluk Bayur–Nipah–Purus (12,00 Km) (P.098) dan Batu Batemba -Pelabuhan Panasahan (0,95 Km) (P.100).

Empat proyek ini dikerjakan kontraktor PT. Citra Muda Noer Bersaudara, dimulai 3 April 2022, waktu pengerjaan 180 hari kalender dan sudah serah terima sementara pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) pada 8 Desember 2022 lalu.

Paket II Rehabilitasi Ruas Jalan Solok-Alahan Panjang (P.071) menelan biaya Rp17 miliar dengan pengerjaan pemeliharaan rutin sepanjang 46,876 Km, rincian pekerjaan rutin kondisi 28,440 Km dan berkala 7,217 Km.

Rehabilitasi Paket II Ruas Jalan Kota Solok dan Kabupaten Solok dikerjakan oleh Kontraktor PT. Berakit Jaya Abadi sejak 13 April 2022 selama 180 hari kalender dan telah rampung 8 Desember 2022.

Paket III Rehabilitasi menelan anggaran pagu dana fisik Rp22.472.045.455, meliputi Ruas Jalan Simpang Duku (Ketaping)-Pariaman (P.075).

Pengerjaan meliputi, lingkup pemeliharaan rutin 21,338 Km, rutin kondisi 12,811 Km dan pemeliharaan berkala 8,527 Km. Proyek ini mulai dikerjakan sejak 19 April 2022 oleh Kontraktor PT. Alco Sejahtera Abadi selama 240 hari kalender dan sudah rampung 14 Desember 2022 lalu.

Pelebaran Jalan Rampung 100 Persen

Tahun 2022 ini, Dinas BMCKTR Sumbar juga merampungkan pengerjaan proyek pelebaran jalan menuju standar di Ruas Padang Koto Gadang-Palembayan Kabupaten Agam.

Era Sukma Munaf mengungkapkan, pelebaran jalan dibangun dengan total anggaran Rp4,755 miliar lebih dan diharapkan menjadi sarana transportasi memadai bagi masyarakat. “Terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi. Kehadiran jalan yang bagus ini bisa menjadi pemicu peningkatan ekonomi masyarakat di Agam,” harapnya.

Bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022, proyek ini mulai dikerjakan 13 Juni 2022 lalu, dengan rentang waktu pengerjaan 192 hari kalender dan PHO pada 21 Desember 2022. Kontraktor pengawas yang ditunjuk PT Putra Aulia Konsultan dan Kontraktor Pelaksanaan PT. Aura Mandiri Sejahtera.

Panjang pengerjaan Jalan Padang Koto Gadang-Palembayan ini 1.282 meter. “Pengerjaan pelebaran dibagi dua segmen. Alhamdulillah sudah rampung 100 persen,” tutupnya. (*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?