Home » Surau Sydney Australia ‘Jembatan’ Pariwisata Antara Australia dan Sumbar

Surau Sydney Australia ‘Jembatan’ Pariwisata Antara Australia dan Sumbar

Redaksi
A+A-
Reset

SURAU Sydney di Australia yang diresmikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi pada Jumat (24/11/2023) bukan sekadar pusat kegiatan keagamaan, melainkan juga sebagai wadah untuk memperkenalkan adat dan budaya Minangkabau yang berlandaskan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, menyatakan bahwa keberadaan Surau Sydney Australia nantinya akan memberikan dampak positif pada sektor pariwisata di Sumbar. Hal ini diungkapkannya saat diwawancarai pada Sabtu (25/11) setelah menghadiri peresmian masjid tersebut.

Supardi menjelaskan, pembangunan Surau Sydney di Australia menandai eksistensi perantau Minangkabau dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan di luar negeri. Surau ini, yang berlokasi di Bankstown, New South Wales, merupakan hasil dari cita-cita para perantau Minang yang direncanakan sejak 20 tahun lalu.

Secara konstruktif, Surau Sydney Australia terdiri dari dua lantai. Lantai kedua difungsikan sebagai tempat ibadah, sementara lantai pertama digunakan untuk kegiatan sosial dan pengenalan kebudayaan Minangkabau.

Pada kesempatan tersebut, rombongan dari Sumbar yang termasuk Gubernur Sumbar, membawa alat musik tradisional dan pakaian adat Minangkabau. Ini akan menjadi sarana promosi bagi generasi muda dan perantau untuk memperkenalkan daerah Sumbar.

“Surau ini didirikan oleh Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Sydney dengan dukungan dari berbagai pihak, baik di Australia maupun di tanah air. Kami memperkirakan biaya pembangunan surau ini mencapai puluhan miliar,” ungkap Supardi.

Dia menambahkan bahwa kegiatan di Surau Sydney Australia akan menampilkan seni budaya Minangkabau seperti randai, silat, dan tari piring.

Mayoritas masyarakat Australia umumnya hanya mengenal Bali sebagai destinasi utama liburan di Indonesia. Dengan adanya Surau Sydney Australia, diharapkan pengetahuan masyarakat Australia tentang Sumbar akan bertambah, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Sumbar, daerah yang kaya akan kebudayaan.

“Surau Sydney Australia adalah simbol kecintaan akan daerah asal oleh perantau Minangkabau di luar negeri,” tambahnya.

Saat peresmiannya, Surau Sydney Australia dihadiri oleh ratusan perantau dari berbagai negara bagian di Australia, mulai dari Queensland hingga New South Wales. Perantau Minang di Australia juga aktif dalam Expo yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat hingga kedutaan besar Indonesia, sebuah upaya yang patut diapresiasi sebagai bentuk kecintaan akan daerah asal.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Sydney Australia, Verdi Kurnia, yang hadir dalam peresmian surau tersebut menyatakan bahwa Surau Sydney adalah sejarah dan terobosan besar yang dihadirkan oleh masyarakat Minang, bahkan masyarakat Indonesia di Australia.

“Kami berharap kehadiran surau ini akan menjadi ciri khas identitas masyarakat Minang dan mampu mempertahankan nilai-nilai pendidikan serta budaya asal Sumbar di Australia. Kami sangat bangga dengan kehadiran Surau Sydney ini, yang akan menjadi tempat bagi orang Minang di Australia untuk menjalin silaturahmi,” ucap Verdi Kurnia.

Sementara itu Presiden Surau Sydney Australia, Novri Latif, menuturkan bahwa sejarah hadirnya surau ini bermula dari kerinduan mendalam akan tanah air, dan kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya dan keagamaan di kalangan generasi muda Minang di Australia.

“Pendirian Surau Sydney Australia ini dipandu oleh prinsip ABS-SBK, mencerminkan integrasi adat Minangkabau dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Surau ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga sebagai duta budaya Minangkabau di Sydney Australia,” ungkap Novri. (*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?