Home » Operasi Pencarian Korban Erupsi Marapi Resmi Ditutup

Operasi Pencarian Korban Erupsi Marapi Resmi Ditutup

Redaksi
A+A-
Reset

AGAM, KP – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Brigjen Polisi Edi Mardiyanto resmi menutup operasi pencarian korban erupsi Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam.

“Mulai malam ini seluruh tim yang ikut dalam operasi pencarian akan kembali ke satuan masing-masing,” kata Wakapolda Provinsi Sumbar Brigjen Polisi Edi Mardiyanto di Kabupaten Agam, Rabu malam (6/12).

Wakapolda mengatakan penutupan operasi pencarian tersebut dikarenakan seluruh korban yang terdata di sistem booking online Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar telah ditemukan.

Rinciannya 52 pendaki dalam kondisi selamat dan sisanya dinyatakan meninggal dunia. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi guna pencocokan data (identifikasi) oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.

Di waktu bersamaan Wakapolda menegaskan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait juga menutup seluruh jalur pendakian Gunung Marapi pascaerupsi pada Minggu (3/12).

Langkah itu diambil guna menghindari kemungkinan terburuk seperti jatuhnya korban jiwa akibat erupsi. Apalagi, hingga kini gunung setinggi 2.891 meter dari permukaan laut (Mdpl) itu masih dalam kategori waspada atau level II.

Terkait masyarakat yang bermukim di sekitar kaki gunung, jenderal bintang satu itu mengatakan kepala daerah, kapolres dan dandim untuk selalu mewaspadai kemungkinan erupsi.

Terakhir, bagi masyarakat yang diduga masih kehilangan anggota keluarga di kawasan Gunung Marapi dapat melapor ke RSAM Bukittinggi. Pada rumah sakit yang sama juga dijadikan lokasi identifikasi data jenazah dengan perwakilan keluarga korban.

Polda akan Panggil BKSDA Sumbar

Polda Sumbar akan memanggil serta memintai keterangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. Pemanggilan itu dimulai dari petugas lapangan sampai pimpinan BKSDA Sumbar terkait SOP pendakian Gunung Marapi.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan membenarkan pemanggilan beberapa unsur BKSDA Sumbar. Menurutnya pemanggilan ini dijadwalkan usai evakusi korban Gunung Marapi tuntas.

“Kita akan dimintai keterangan (BKSDA Sumbar), karena berkaitan dengan jumlah korban yang berjatuhan. Selain itu penanggungjawab Marapi adalah BKSDA,” kata Dwi, Rabu (6/12).

Dalam pemanggilan itu, Dwi merincikan akan memanggil terlebih dahulu penanggungjawab lapangan BKSDA Sumbar. Menurutnya keterangan dari penanggungjawab Gunung Marapi akan memperjelas SOP yang diterapkan BKSDA Sumbar selama ini.

“Keterangan dari mereka ini untuk kita pastikan pendaki Marapi apakah sudah sesuai SOP atau tidak. Karena ini banyaknya korban jiwa berjatuhan. Kita kali ini memintai keterangan dulu,” jelasnya.

“Keterangan pemanggilan itu dari petugas lapangan sampai penanggungjawab dari BKSDA sendiri. Jadi satu-satu akan kami panggil,” sambungnya.

Sementara kalau terbukti melakukan kelalaian, menurut Dwi penanggungjawab Gunung Marapi akan terkena Pasal 359 KUHP. “Pasalnya ada, kalau terbukti mereka terancam Pasal 359 KUHP,” tutupnya.

23 Korban Tewas Erupsi Gunung Marapi Telah Teridentifikasi

Tim DVI Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah mengidentifikasi jenazah korban erupsi Gunung Marapi yang masuk ke Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM), Bukittinggi. Sebanyak 23 jenazah sudah teridentifikasi.

Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar jumlah total pendaki 75 orang. Korban meninggal 23 orang dan korban selamat 52 orang

Lisda mengatakan 22 jenazah itu teridentifikasi pada Minggu (3/12) sebanyak 5 orang. Kemudian, Senin (4/12) sebanyak 11 orang dan pada Rabu (6/12) sebanyak 6 orang dan korban terakhir atas nama Siska Afrina (22) juga sudah diidentifikasi dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu.

Berikut nama-nama korban erupsi Marapi yang sudah teridentifikasi:

  1. Muhammad Adan (21 tahun/Mahasiswa UIR Riau)
  2. Nazatra Adzin Mufadhal (22 tahun/Mahasiswa UIR Riau)
  3. Muhammad Teguh Amanda (19 tahun/Mahasiswa PNP Padang)
  4. Muhammad Al Fikri (19 tahun/Padang)
  5. Nurva Afitri (27 tahun/Pariaman)
  6. Irfandi Putra (21 tahun/Solok/Mahasiswa)
  7. M. Wilki Syaputra (20 tahun/Pekanbaru)
  8. Aditya Prasetyo (20 tahun/Padang/Mahasiswa)
  9. Afrandia Junaidi (26 tahun/Padang Pariaman/Mahasiswa)
  10. Yasirli Amri (20 tahun/Tanah Datar/Mahasiswa)
  11. Divo Suhandra (26 tahun/Padang Pariaman/Mahasiswa)
  12. Filhan Alfiqh Faizin (18 tahun/Padang/Mahasiwa)
  13. Wahlul Alde Putra (19 tahun/Padang/bekerja)
  14. Riski Rahmat Hidayat (20 tahun/20 tahun/Padang)
  15. Reyhani Zahra Fadli (18 tahun/Padang/Mahasiswa)
  16. Muhammad Iqbal (23 tahun/Padang/Polri)
  17. Lenggo Baren (19 tahun/Tapanuli Utara/Mahasiswa)
  18. Zikri Habibi (19 tahun/Padang/Mahasiswa)
  19. Novita Intan (39 tahun/Padang/IRT)
  20. Liarni (22 tahun/Jambi/Mahasiswa)
  21. Ilham Nanda Bintang (21 tahun/Pekanbaru/Mahasiswa)
  22. Frengky Candra Kusuma (23 tahun/Solok Selatan/Mahasiswa).
  23. Siska Afrina (22tahun/Solok Selatan/Mahasiswa)

Empat mahasiswa UNP Jadi Korban Erupsi Marapi

Sebanyak empat mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi korban erupsi Gunung Marapi dan satu korban terakhir atas nama Siska Afrina berhasil diidentifikasi setelah proses evakuasi panjang pada Rabu (6/12).

Jenazah Siska Afrina tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Achmad Mochtar Bukittinggi, pada pukul 18.50 WIB yang diantar menggunakan satu unit ambulans Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Puskel Padang Luar.

“Total ada empat mahasiswa UNP yang menjadi korban meninggal dunia. Tiga perempuan dan satu laki-laki,” kata Wakil Rektor UNP Refnaldi di Bukittinggi, Rabu (6/12).

Mahasiswa UNP yang teridentifikasi meninggal saat melakukan aktivitas pendakian gunung setinggi 2.891 mdpl itu adalah Siska Afrina (22), Liarni (22), Reyhani Zahra (18) dan Frengki Candra (23).

“Kami semua berduka dari Civitas Akademika UNP, apalagi Siska dan Frengki merupakan mahasiswa semester akhir yang akan diwisuda pada 17 Desember ini,” kata Refnaldi.

Wakil Rektor Refnaldi menegaskan dalam prosesi wisuda UNP mendatang, nama Siska dan Frengki akan tetap dibacakan sekaligus prosesi berkabung untuk korban.

Dia mengungkap keempat mahasiswa UNP yang mendaki Gunung Marapi tidak dalam rangka kegiatan resmi dari kampus.

“Tidak ada kegiatan resmi dari perkuliahan, mereka berangkat secara pribadi. Mahasiswa kami ini memang aktif di kegiatan pecinta alam dan tidak ada yang menduga akan terjadi musibah ini, semua berduka,” katanya.

Selain empat mahasiswa aktif, korban lain juga ada alumni UNP yang lulus kepolisian dan diperkirakan satu nama alumni UNP lainnya yang hingga kini masih didata.

Sementara dari 23 korban meninggal dunia musibah erupsi Marapi, selain dari UNP juga tercatat ada mahasiswa dari Universitas Islam Riau dan Politeknik Negeri Padang.

2 Anggota Polisi Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi

Dua anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) turut menjadi korban erupsi Gunung Marapi di Sumbar pada Minggu (3/12) sore.

Dua personel Polda Sumbar tersebut, bernama Bripda Rexy Wendesta dan Bripda Muhammad Iqbal. “Dari 75 pendaki ini, dua di antaranya anggota kami yang berdinas di Direktorat Sabhara,” kata Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, Selasa (5/12/2023).

Suharyono mengatakan, Bripda Rexy selamat dan saat ini dirawat karena mengalami patah tangan. Sementara, Iqbal diduga meninggal dunia.

“Satu lagi diduga meninggal dunia, kami turut prihatin. Kami menduga masuk dari yang meninggal dunia. Nanti perkembangan DVI,” kata Suharyono.

Suharyono mengatakan, kedua anggota polisi itu mendaki Gunung Marapi saat lepas dinas. “Polisi kan bagian dari masyarakat. Mereka juga ingin berkreasi di luar dinas,” kata Kapolda.(trb/dtk/ant)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?