PESISIR SELATAN, KP – Polres Pesisir Selatan masih menunggu hasil dari Tim INAFIS untuk mengetahui penyebab kebakaran tempat yang diduga penampungan atau gudang BBM ilegal, di Kampung Sungai Lundang, Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek (KBKA), Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis lalu (4/5) sekira pukul 23.30 WIB.
Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh, yaitu Hendra yang diduga pemilik tempat tersebut, Karmizal panggilan Pital dan Asnil yang merupakan pekerja di tempat itu.
Pasca-kejadian, lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipasang garis polisi. Tim INAFIS juga sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran itu.
Pemilik rumah tempat kejadian, Dona Saputra (34 tahun) mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu ia sekeluarga sedang tidur dan tiba-tiba terdengar suara letupan.
“Kami sekeluarga langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sesampai di luar api sudah membesar, bahkan ada ledakan seperti bom yang ketinggian ledakannya diperkirakan mencapai puluhan meter,” katanya, saat ditemui di lokasi, Sabtu (6/5).
Ia menjelaskan, yang terbakar tersebut merupakan tempat penampungan BBM milik Hendra yang merupakan suami dari kakak istrinya. Penampungan BBM yang dilakukan Hendra tersebut sudah berjalan sejak sebelum Ramadan lalu. Sebelumnya, kegiatan itu berlangsung di tempat lain namun masih di sekitaran kampung itu.
Sementara, Kepala Kampung Sungai Lundang Afdhal (23 tahun) mengatakan, pihaknya diberi tahu oleh warga peristiwa itu dan bersama walinagari serta perengkat lainnya langsung ke lokasi lalu menghubungi Polsek Tarusan.
Dari informasi yang didapat dari warga masyarakat setempat, tempat penampungan BBM itu adalah milik salah satu oknum yang bekerjasama dengan Hendra.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Novianto Taryono melalui Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Donny Putra mengatakan, peristiwa kebakaran itu dilaporkan Walinagari KBKA melalui telepon sekira pukul 23.30 WIB dan pihaknya langsung menghubungi famkar.
“Dalam kejadian itu tiga orang mengalami luka bakar serius. Ketiganya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan,” kata Kapolsek, Sabtu (6/5).
Sedangkan barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian yaitu satu unit mobil Colt Diesel BA 9148 LO yang bermuatan sekitar 10 galon. Galon tersebut ada yang berisi BBM dan ada yang kosong, namun jumlah minyak belum bisa dipastikan, kemudian satu unit mesin penyedot beserta selang.
Mengenai pemicu terjadinya kebakaran tersebut, pihaknya belum bisa memastikan karena menunggu hasil dari Tim INAFIS.
Terkait dugaan keterlibatan oknum yang terlibat dalam penampungan BBM tersebut, kapolres juga belum bisa memberikan keterangan karena saksi kunci Hendra masih dalam perawatan akibat luka bakar yang dialaminya.
“Mengenai tempat tersebut ilegal atau tidak dan ada dugaan keterlibatan salah satu oknum, kita belum bisa pastikan karena saksi kunci (Hendra – red) belum bisa dimintai keterangan,” pungkasnya. (don)
