Home » Tak Kuat Diteror Debt Collector, Nasabah Pinjol Nekat Bunuh Diri

Tak Kuat Diteror Debt Collector, Nasabah Pinjol Nekat Bunuh Diri

Redaksi
A+A-
Reset

JAKARTA, KP – Daftar korban pinjol (pinjaman online) semakin panjang saja. Gara-gara tukang tagih atau debt collector terornya ‘beringas’, nasabah tak kuat hingga nekat bunuh diri. Hal ini menimpa K, nasabah salah satu perusahaan pinjol. Kejadian inipun ramai di linimasa media sosial Twitter dengan memantik kegeraman warganet.

Akun @rakyatvspinjol membagikan kisah K. Dia adalah pegawai honorer kantor pemerintahan yang dikontrak 5 tahun. Awalnya, K meminjam uang di pinjol tersebut sebesar Rp9,4 juta. Belakangan, utang membengkak menjadi Rp18 juta-Rp19 juta.

Dengan penghasilan yang pas-pasan, K jelas kesulitan mengembalikan utang sebesar itu. Namun, perusahaan pinjol tak mau tahu. Alhasil, debt colletor turun tangan. Sejak saat itu, banyak teror mengganggunya.

Karena sering diteror lewat telepon, kantor tak terima. K pun dipecat. Teror yang dialami K bermacam-macam. Salah satu yang bikin pusing adalah teror order makanan melalui jasa antar makanan digital yakni GoFood. Dalam sehari, teror order fiktif bisa enam kali menyerang K.

Tak hanya K, istrinya pun kena getahnya. Akhirnya, sang istri serta anak memutskan untuk mengungsi di rumah orang tuanya. Kondisi ini membuat K makin kejepit. Dia merasa sendiri menghadapi masalah yang pelik ini. Saat di rumah, tak ada tempat untuk berdiskusi. Atau jumpa anak untuk menghibur hati.

Sampai kemudian, K mencoba membujuk istri dan anaknya pulang. Namun gagal. Karena sang istri juga takut dengan teror debt collector. Tiap hari diteror, K tak tahan juga. Dia pun bunuh diri pada Mei 2023.

Namun demikian, pihak keluarga masih terus diteror meski sudah diberitahu bahwa K sudah meninggal. Peneror yang diduga debt collector menyangkal kabar tersebut. Mereka tidak peduli adanya catatan kematian K. Aparat kepolisian pun turun tangan.

“Polisi lah yang menemukan surat terakhir yang ditulis oleh K. Di dalamnya K menulis dengan sangat jelas bahwa (nama perusahaan pinjol – red) telah merusak hidupnya,” ungkap @rakyatvspinjol.

Ramai di Twitter, brand manager perusahaan pinjol itu buka suara. Mereka menyatakan prihatin terkait kejadian tersebut. Perusahaan pun berkomitmen untuk melakukan penyelidikan dan penanganan. Untuk tujuan penyelidikan dan penanganan, pinjol itu mengumpulkan data dan informasi yang relevan serta melakukan verifikasi terhadap nomor debt collector terkait.

Kasus yang dialami K menambah panjang catatan suram nasabah pinjol. Dilansir katadata.co.id, tak sedikit nasabah yang akhurnya bunuh diri setelah terjerat pinjol, di antaranya:

Februari 2019

Sopir taksi berinisial Z (35 tahun) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kos milik temannya di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Polisi menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis tangan oleh korban. Dalam surat itu, korban meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak berwajib memberantas pinjaman online atau pinjol yang menurutnya seperti jebakan setan.

“Wahai para rentenir ,online kita bertemu nanti di alam sana. Jangan pernah ada yang bayar utang online saya karena hanya saya yang terlibat. Tidak ada orang lain terlibat kecuali saya,” kata Z dalam suratnya.

Maret 2020

Pria berinisial ST (44 tahun), warga Cinere, Depok, diduga bunuh diri karena utang pinjol yang sudah jatuh tempo.

Juni 2021

Pria berinisial OS (36 tahun) diduga bunuh diri karena terlilit utang belasan juta rupiah. Berdasarkan pemeriksaan ponsel korban oleh polisi, ditemukan beberapa pesan penagihan utang oleh pinjol.

Agustus 2021

Petugas penangkaran rusa di Gunungkidul, DI Yogyakarta diduga bunuh diri akibat terlilit utang pinjol. Pria berinisial ADS (35 tahun) mendapatkan pesan di WhatsApp untuk segera melunasi utang.

Karyawan bank perkreditan di Bojonegoro diduga gantung diri di kantornya. Pria berinisial HP (25 tahun)  ini diduga terlilit utang pinjol berdasarkan surat wasiat yang ditulisnya.

Oktober 2021

Ibu rumah tangga berinisial WPS (38 tahun) di Wonogiri, Jawa Tengah, diduga bunuh diri akibat terlilit utang pinjol. Polisi mengatakan, korban membuat surat wasiat yang menyebutkan dirinya berutang di 23 pinjol.

Pria berinisial MEM (20 tahun) asal Malang, Jawa Timur, diduga bunuh diri pada Oktober 2021. Polisi menyampaikan, berdasarkan keterangan tetangga sekaligus teman korban, MEM curhat membutuhkan uang untuk membayar utang.

November 2021

Ibu berinisial JB (44 tahun) diduga bunuh diri karena tertekan utang pinjol ilegal.

Februari 2022

Mahasiswi asal Padang berinisial E gantung diri pada Februari 2022. Berdasarkan pemeriksaan saksi, kepolisian menyimpulkan korban bunuh diri karena terlilit utang pinjol.

Juli 2022

Pria berinisial RH (25 tahun) ditemukan gantung diri di rumah di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Juli 2022. Berdasarkan keterangan kakak ipar, korban sempat mengeluhkan utang pinjol belasan juta rupiah.

Agustus 2022

Karyawati berinisial ER (23 tahun) gantung diri pada Agustus 2022. Berdasarkan pemeriksaan kepolisian terhadap saksi dan alat bukti, korban diduga bunuh diri akibat terlilit utang pinjol.

September 2022

Perawat berinisial GRD (30 tahun) bunuh diri pada September 2022. Ia mendapatkan tagihan cicilan utang pinjol. (kdc)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?