JAKARTA, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mencetak surat suara untuk Pemilu 2024. Namun masih terkendala sengketa di dua daerah pemilihan (dapil), yakni Sumatera Barat dan Kalimantan Utara.
Sehingga, pencetakan surat suara untuk Sumbar harus menunggu sampai keputusannya berkekuatan hukum tetap.
Komisioner KPU Yulianto Sudrajat menyatakan, pihaknya menghadapi 39 sengketa proses pemilu. Hingga, Selasa (28/11), baru 37 sengketa yang sudah selesai.
“Sehingga sudah kami dapat lanjutkan proses pencetakannya. Berikutnya, masih tersisa dua sengketa proses pemilu yang belum dapat kami proses cetak surat suaranya karena belum selesai, yakni untuk pemilu DPD di dapil Sumbar dan untuk pemilu DPRD Provinsi Kalimantan Utara I,” kata Yulianto, Rabu (29/11).
Menurutnya, KPU masih menunggu keputusan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait sengketa pencalonan tersebut, sebelum mencetak surat suara untuk Pileg 2024.
Ia mengungkapkan, kebutuhan surat suara untuk dalam negeri mencapai 1.208.921.320 lembar. Saat ini, pencetakan surat suara sudah masuk dalam agenda pemenuhan logistik tahap II. Sebanyak 1,2 miliar lembar surat suara itu disiapkan untuk 204.807.222 pemilih Pemilu 2024 dan surat suara cadangan. Nantinya, masing-masing pemilih mendapatkan lima jenis surat suara. Terkecuali, pemilih di DKI Jakarta hanya empat jenis surat suara karena tidak mencoblos anggota DPRD kabupaten/kota.
Selain itu, logistik tahap kedua juga terdiri atas 61.161.473 lembar sampul, 8.137.230 set formulir, 1.640.322 lembar alat bantu tunanetra, dan 820.161 lembar daftar lengkap calon.
Desain Surat Suara Pilpres 2024
Di sisi lain, Yulianto Sudrajat mengatakan, desain surat suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sudah disepakati oleh seluruh pasangan calon presiden dan wakil presiden dan segera dicetak.
“Desain sudah disepakati dengan paslon, berikutnya masuk proses percetakan,” kata Yulianto.
Pada desain surat suara tersebut, terdapat foto tiga peserta pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pilpres 2024. Pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dalam surat suara tersebut menggunakan jas berwarna hitam dengan kemeja putih di bagian dalam.
Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terlihat mengenakan kemeja dengan warna biru yang sama.
Foto pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dalam surat suara tersebut tampak berbeda daripada dua paslon lain. Ganjar dan Mahfud tampak memakai kemeja dengan warna berbeda. Ganjar menggunakan kemeja berwarna hitam, sedangkan Mahfud berwarna putih.
Dalam kotak gambar masing-masing pasangan calon, logo gabungan partai-partai pendukung juga dicantumkan pada bagian bawah foto capres-cawapres.
KPU RI telah menetapkan masa kampanye pemilu mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sementara pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 14 Februari 2024. (cnn)