PADANG, KP – Pada Pemilu dan Pilkada tahun 2024 mendatang diharapkan bisa didapatkan pemimpin yang berkualitas, taqwa, berakhlak dan mengayomi masyarakat.
Itu sebagai salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.
Hal itu ditegaskan Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Jefrinal Arifin kepada KORAN PADANG di kantornya, baru – baru ini.
Oleh sebab itu, masyarakat jangan asal milih calon legislatif, calon presiden dan kepala daerah.
“Harus dilihat dulu track records calon pemimpin yang akan dipilih tersebut. Bisa dilihat aktivitasnya, kinerja, komitmen, akhlak, visi misinya,” ujar Jefrinal Arifin.
Lalu, indikator lain keberhasilan pemilu dan pilkada tak terjadi konflik atau keributan pasca pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.
Dia juga meminta kepada peserta pesta demokrasi untuk tidak menyebarkan isu sara, money politik dan menyebarkan berita hoax (berita bohong).
Bukan itu saja, ASN pun juga diminta untuk netral dan jangan terlibat politik praktis. Sebab, akan dapat sanksi berat bila terbukti terlibat.
Untuk pengaduan diduga adanya pelanggaran pemilu bisa disampaikan ke Bawaslu. Lalu, Pemprov Sumbar juga menyediakan desk pengaduan.
Guna meningkatkan partisipasi pemilih tersebut, Badan Kesbangpol Sumbar turun aktif ke lapangan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi politik pada 10.300 masyarakat hingga saat ini pada banyak daerah di Sumbar.
Dikatakannya, Pemilu yang akan memilih anggota legislatif dari tingkat daerah, provinsi , pusat dan perwakilan daerah (DPD) serta pemilihan presiden dan wakil presiden pada 14 Februari 2024 mendatang.
Sedangkan rencana untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024. Namun, ada rencana dari pemerintah pusat untuk mempercepatnya pada September 2024.
Ditambahkan, Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada sebesar 79 persen atau sama dengan target nasional pada 2024 mendatang. (eka)