Home » Cegah Anemia, Tablet Tambah Darah Dibagikan pada Pelajar

Cegah Anemia, Tablet Tambah Darah Dibagikan pada Pelajar

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Sebanyak 360 orang pelajar SMP dari empat sekolah di Kota Padang mengikuti Gerakan Aksi Bergizi di Gelanggang Balaikota, Aie Pacah, Kamis (21/9).

Wali Kota Padang diwakili Asisten I Setdako Padang Edi Hasymi menyampaikan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kalangan. Seperti balita, remaja, ibu hamil hingga usia lanjut.

“Menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan dan suppementasi Tablet Tambah Darah (TTB),” jelas Edi Hasymi.

Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, tambahnya, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya ialah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD.

“Untuk itu, kegiatan aksi bergizi menjadi salah satu upaya strategis dalam peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri, juga merupakan salah satu indikator layanan intervensi gizi spesifik dalam percepatan stunting,” tambahnya.

Ia berpesan agar remaja putri untuk membiasakan diri sendiri mengonsumsi makanan yang bergizi dan rutin minum tablet TTD.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Padang, Sri Kurnia Yati menjelaskan, kegiatan aksi bergizi dimulai dengan kegiatan fisik (senam pagi bersama), sarapan bersama hingga meminum TTD.

“Adapun tujuannya ialah, membiasakan remaja putri untuk meminum tablet tambah darah satu kali dalam seminggu. Mencegah anemia pada remaja putri. Pemenuhan gizi seimbang dengan makan protein hewani setiap hari. Serta sosialisasikan germas bagi remaja,” ucap Sri Kurnia Yati.

Adapun sasarannya, jelas Kadiskes, adalah siswi SMP dan SMA di Kota Padang. Untuk SMP yang dilibatkan pada kegiatan kemarin yaitu SMPN 16, SMPN 18, SMPN 27, dan SMPN 32 Kota Padang.

“Insya Allah, hingga akhir Desember masing-masing puskesmas di Kota Padang akan mendistribusikan tablet tambah darah ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Anak, Asrawati menjelaskan, bagi remaja di usia 12-15 sejatinya memiliki HB di angka 12. Jika tidak, hal tersebut bisa menjadi tanda dari anemia yang disingkat menjadi 5L atau letih, lemah, lesu, lelah, dan lalai.

“Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya pemberian TTD ini dan makan makanan protein hewani setiap hari. Sebab remaja kita jika belajar juga membutuhkan kalori,” jelas Asrawati. (kom)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?