PADANG, KP – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Lila Yanwar, mengklarifikasi informasi yang menyebutkan bahwa pemerintah provinsi tidak serius dalam penanganan stunting.
Lila Yanwar menegaskan bahwa hingga saat ini, penanganan stunting masih berjalan sesuai rencana.
Ia menjelaskan, tumpukan kotak makanan balita dan ibu hamil yang ditemukan di gudang Dinas Kesehatan Sumbar sebenarnya adalah bentuk keseriusan Pemprov Sumbar dalam menangani kasus stunting di wilayah tersebut.
Dengan ketersediaan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, Pemprov Sumbar dapat membantu mereka yang terindikasi mengalami stunting. Makanan tambahan tersebut didistribusikan sesuai dengan kebutuhan.
Lila Yanwar menjelaskan, pengadaan Produk Makanan Tambahan (PMT) bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang mengalami tarik salur. Artinya, saat makanan bantuan disalurkan di satu daerah dan dianggap cukup, kemudian akan ditarik kembali untuk didistribusikan ke daerah yang dianggap lebih membutuhkan. Hal ini mengakibatkan proses distribusi memerlukan waktu, sehingga stok makanan tambahan masih tersedia.
Pemprov Sumbar dapat dengan cepat menjangkau balita dan ibu hamil yang tersebar di kabupaten/kota berkat ketersediaan makanan tambahan tersebut. Pengadaan PMT saat ini berasal dari anggaran APBD perubahan 2022, dan makanan tambahan tersebut telah didistribusikan sebanyak 81.56 persen untuk balita dan 67.94 persen untuk ibu hamil. Sisa masing-masing PMT yang masih berada di gudang adalah 5.547 kotak PMT untuk balita stunting dan 10.913 kotak PMT untuk ibu hamil.
Lila Yanwar menekankan bahwa pendistribusian PMT dilakukan dengan standar takaran tertentu untuk masing-masing kondisi (balita dan ibu hamil), sehingga pendekatan yang berbeda diterapkan untuk setiap pasien. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi salah pemanfaatan. Pemprov Sumbar juga menghindari pembagian gelondongan untuk memastikan bantuan dikonsumsi oleh yang berhak.
Selain melalui kabupaten/kota, pendistribusian PMT juga dilakukan melalui kegiatan edukasi keluarga yang digagas oleh Dinas Kesehatan Sumbar. Dalam waktu dekat, jumlah stok makanan tambahan di gudang akan terus berkurang karena akan terus disalurkan kembali kepada penerima. Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah penanganan stunting secara serius guna mengatasi masalah ini. (fai)