PASAMAN BARAT, KP – Petugas Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Koto Tabang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agam melakukan pemantauan kualitas udara di Kabupaten Pasaman Barat selama tiga hari ke depan.
Pemantauan dilakukan di beberapa tempat dan tim akan menguji partikulat meter (pm) 2,5 berupa partikulat yang sangat halus sekali dan cukup berbahaya bagi manusia, terutama jika masuk ke saluran peredaran darah.
Ketua tim penguji, Darmadi mengatakan, pengamatan dan pengambilan sampling dilakukan di sejumlah tempat dengan peralatan lengkap. Kemudian datanya dikumpulkan untuk mengetahui kualitas udara.
“Dari hasil monitoring, terdapat partikulat 26-32 mikrogram per meter kubik (µg/m³), artinya kualitas udara masih baik. Meski demikian, kita meminta masyarakat tetap menjaga kualitas udara dengan tidak menimbulkan polusi udara termasuk melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi udara di Pasaman Barat juga dipengaruhi curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir sehingga debu dan polusi bisa turun terbawa air.
“Kendati demikian, warga diimbau untuk waspada dengan debu atau asap kiriman dari daerah tetangga,” pungkasnya. (rom)
