Udara Padang Kabur, BMKG Sebut Partikel Polutan Terbawa dari Selatan

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Udara di Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat terlihat kabur dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi itu dipengaruhi partikel polutan dari wilayah selatan dan tenggara Sumbar yang terbawa angin.

Prakirawan BMKG Minangkabau, Jeni Adrian, mengatakan arah angin saat ini bergerak dari selatan dan tenggara. Kondisi tersebut memungkinkan partikel dari daerah yang memiliki banyak titik panas terbawa menuju Sumbar. “Udara yang terlihat kabur di wilayah Sumatra Barat merupakan kiriman dari wilayah tenggara dan selatannya Sumbar,” kata Jeni, dikutip dari Langgam.id, Minggu (23/8).

Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan banyaknya titik panas yang terdeteksi di Jambi dan Sumatera Selatan. Hingga pukul 11.00 WIB, Jambi tercatat memiliki 138 titik kategori kuning dan dua titik kategori merah.

Sedangkan di Sumatera Selatan terdapat 693 titik kategori kuning dan 42 titik kategori merah. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan titik panas yang terdeteksi di Sumbar. “Hal ini juga sejalan dengan pergerakan angin untuk saat ini dari selatan dan tenggara. Wilayah Jambi dan Sumatra Selatan sudah terdapat banyak titik api,” ujarnya.

Di Sumbar, BMKG mendeteksi tujuh titik panas hingga pukul 11.00 WIB. Seluruhnya berada di Kabupaten Dharmasraya dan masuk kategori kuning.

Jeni mengatakan tujuh titik panas tersebut mulai terdeteksi sekitar pukul 01.51 WIB. Namun, BMKG belum dapat memastikan apakah titik tersebut berada di kawasan hutan atau lahan masyarakat. “Kami tidak bisa memastikan wilayahnya hutan atau ladang masyarakat,” katanya.

Sementara berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLHK yang terpantau, konsentrasi PM2.5 berada pada angka 43, sedangkan PM10 tercatat 14.

BMKG memperkirakan kondisi udara akan berangsur membaik apabila hujan turun. Air hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara. “Diperkirakan akan berangsur membaik seiring terjadinya hujan,” tutur Jeni.

BMKG mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi kondisi udara yang terlihat kabur. Masyarakat diminta tetap memantau perkembangan informasi dan kondisi cuaca melalui kanal resmi BMKG. “Imbauan bagi masyarakat tidak perlu panik atau cemas, tetap pantau informasi resmi dari BMKG,” ujarnya. (lgm)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0