Insiden Mencekam di MAN 3 Padang, Polisi Temukan Empat Bom Rakitan

Satu Bom Meledak, Diduga Motif Perundungan

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Sebuah bom rakitan meledak di lingkungan MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/7) sekitar pukul 11.00 WIB, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung usai jam istirahat. Polisi menduga pelaku, seorang siswa berinisial R, melakukan aksi tersebut karena motif perundungan.

Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengungkapkan, pelaku membawa empat bom rakitan ke sekolah yang disimpan di dalam tas. Satu bom meledak di dalam laci meja kelas bagian luar setelah disulut menggunakan korek api, sementara tiga lainnya berhasil diamankan Tim Gegana.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan ledakan tersebut tergolong berdaya ledak rendah atau low explosive dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Ledakan masuk kategori berdaya ledak rendah dan tidak menimbulkan korban,” ujarnya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyebut pelaku diduga sengaja meledakkan bom untuk mencelakai teman yang kerap melakukan perundungan terhadap dirinya.

“Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya,” kata Apri.

Berdasarkan pemeriksaan awal, R mengaku merakit bahan peledak secara otodidak setelah mempelajari tutorial di internet selama empat bulan. Bahan yang digunakan antara lain mesiu, kelereng, serta material petasan yang dibeli secara daring tanpa sepengetahuan orang tua.

Selain sisa bom rakitan, polisi juga mengamankan barang bukti lain dari tas pelaku, termasuk ketapel dan puluhan kelereng.

Peristiwa ini mendapat perhatian pimpinan Polda Sumbar. Kapolda Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Wakapolda Brigjen Pol Solihin turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan. Setelah sterilisasi oleh Tim Gegana, garis polisi dibuka sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Ia menyebut pelaku dikenal pendiam dan tidak pernah melaporkan adanya perundungan kepada pihak sekolah.

“Selama ini yang kami ketahui hanya terkait kehadiran dan nilai semester yang belum tuntas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku juga tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin sebelumnya. Pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, mengatakan pelaku saat ini diamankan di Mapolresta Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan pendampingan orang tua.

“Dari pemeriksaan awal, motifnya adalah perundungan,” kata Yasin.

Ia menjelaskan, perakitan bom dilakukan pelaku secara sembunyi-sembunyi di rumah selama empat bulan terakhir tanpa diketahui keluarga. Penanganan kasus ini turut melibatkan koordinasi dengan Mabes Polri dan Densus 88 untuk proses lanjutan. (ak/ant/*)

Related Posts

Leave a Comment