40 KK di Lapau Munggu Minta Dipindahkan dari Kawasan Rawan Banjir

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Sekitar 40 kepala keluarga di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, meminta pemerintah segera merelokasi mereka dari kawasan yang berulang kali dilanda banjir. Menjawab permintaan tersebut, Pemko Padang menyiapkan dua skema hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Ketua RT 02/RW 06 Lapau Munggu, Adenan Syahputra Antoni mengatakan, warga yang menempati sekitar 30 rumah di kawasan tersebut tidak lagi merasa aman setelah banjir kembali melanda pada Senin (3/8).

“Kami dari masyarakat yang berada di RT 02/RW 06 Lapau Munggu meminta kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah kota agar kami segera dipindahkan ke tempat yang layak atau tempat yang lebih tinggi. Karena di sini kami tidak nyaman,” katanya, Minggu (9/8).

Menanggapi permintaan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan Pemko Padang siap menyediakan hunian yang lebih aman bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Menurut Fadly, warga memiliki dua pilihan relokasi. Bagi masyarakat yang memiliki lahan pribadi atau tanah kaum yang telah mendapat persetujuan niniak mamak, Pemko Padang akan mengusulkan pembangunan huntap kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara bagi warga yang tidak memiliki lahan, pemerintah menyiapkan huntap di tiga lokasi yang telah ditetapkan, yakni Balai Gadang, Sungkai, dan Simpang Haru.

“Saya sudah menyampaikan bahwa ada huntara (hunian sementara), tapi beberapa warga memilih membangun huntap di daerah yang sudah dibicarakan dengan niniak mamak. Kita akan mengusulkan kepada BNPB untuk membangun rumah di lahan tersebut,” ujar Fadly.

Ia menegaskan, warga yang merasa tidak aman tinggal di kawasan rawan bencana dapat mengajukan relokasi kepada pemerintah. Pemko Padang akan mencarikan solusi sesuai kondisi masing-masing warga.

“Siapa pun masyarakat kita yang sudah terdampak dan merasa daerahnya rawan, bisa kita relokasi. Kalau memang ada tanahnya, di tanah itu kita bangunkan rumah. Kalau tidak ada tanahnya, kita bangunkan di tiga lokasi huntap yang sudah kita tetapkan,” katanya.

Fadly juga mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri tetap tinggal di kawasan yang berulang kali dilanda bencana. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan tempat tinggal. “Jangan paksakan tinggal kalau memang daerah tersebut rawan dan sudah berkali-kali kena bencana. Ada solusinya dari pemerintah kota,” ujarnya.

Selain menyiapkan opsi relokasi, Pemko Padang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Lapau Munggu. Bantuan sosial dari APBD Kota Padang diberikan sebesar Rp2 juta per rumah dengan total anggaran Rp540 juta.

Bantuan juga diberikan BNPB berupa sembako, hygiene kit, selimut, makanan bayi, kasur lipat, dan peralatan kebersihan. Sementara Wakil Presiden memberikan bantuan berupa peralatan kebersihan, seperti sapu, kain pel, plastik sampah, karet pel, sikat lantai, wepol, dan sabun.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari penanganan warga terdampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama proses pemulihan. (red)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!