92 Sekolah Terdampak Banjir, Pemko Padang Targetkan Bersih dalam Dua Hari

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Dampak banjir yang melanda Kota Padang mengganggu kegiatan belajar mengajar di 92 satuan pendidikan. Pemerintah Kota Padang menargetkan proses pembersihan seluruh sekolah terdampak dapat diselesaikan dalam dua hari agar aktivitas belajar segera kembali normal.

Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Sekretaris Daerah Raju Minropa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Kepala Pelaksana BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, serta jajaran guru meninjau SMP Negeri 41 Padang, Selasa (4/8). Sekolah tersebut menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak banjir paling parah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat 92 satuan pendidikan yang terdampak banjir. Rinciannya terdiri atas 38 TK dan PAUD, satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 43 SD, dan 10 SMP.

Menurut Yopi, selain SMP Negeri 41 Padang, SMP Negeri 27 Padang juga mengalami kerusakan cukup berat akibat banjir. Pemko Padang terus memantau kondisi seluruh sekolah terdampak untuk memastikan fasilitas belajar dapat segera digunakan kembali.

Ia mengatakan proses pembersihan sekolah menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dilaksanakan. Pemko Padang menargetkan seluruh sekolah terdampak selesai dibersihkan dalam dua hari.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar untuk sementara masih diliburkan. Kebijakan tersebut diambil karena banyak tenaga pendidik juga menjadi korban banjir dan masih membersihkan rumah serta lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait untuk mempercepat pembersihan lingkungan sekolah serta pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak banjir. Diharapkan, proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dalam kondisi aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik,” pungkasnya.
Terpisah Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir meninjau kondisi SDN 33 Rawang Barat di Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (4/8). Sekolah tersebut masih tergenang air bercampur lumpur sehingga belum dapat digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.

Saat tiba di lokasi, Maigus mendapati hampir seluruh lingkungan sekolah dan ruang kelas masih dipenuhi sisa genangan banjir. Kondisi tersebut membuat proses pembersihan harus segera dilakukan agar siswa dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, banjir yang terjadi pada Senin (3/8) tidak hanya merusak infrastruktur masyarakat dan fasilitas pemerintah, tetapi juga mengganggu sektor pendidikan.

Di sisi lain, Maigus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan dini BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan sehingga risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang perlu diantisipasi. (red)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!