LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo menghadiri acara ‘Batagak Penghulu’ di Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (11/11).
Pada kesempatan itu, bupati mengungkapkan bahwa seorang penghulu harus menjadi panutan dan orang yang dihargai oleh anak dan kemenakan.
Selain itu, Bupati Safaruddin juga mengingatkan penghulu memiliki tugas yang sangat berat yaitu menjaga sako di tengah kampuang serta menjadi tempat bertanya bagi anak dan kemenakan.
Dijelaskannya, saat ini banyak tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh anak kemenakan dalam pergaulan sehari-hari. Mulai dari kenakalan remaja, pergaulan bebas, narkoba, hingga pengaruh negatif media sosial. Selain itu, akhir-akhir ini juga banyak terdengar soal sengketa adat.
“Ini menjadi tugas penghulu untuk menyelesaikannya, terutama masalah sengketa adat. Maka itu, kita mendorong setiap nagari mendirikan sako nagari,” kata Bupati Safaruddin.
Sebelumnya panitia pelaksana Batagak Panghulu ‘Rang Simpang Kapuak Baralek Gadang’ Husin Daruhan Dt. Mangkuto menyampaikan, pad acara itu dilewakan sebanyak 23 penghulu. Sebelumnya juga sudah dilewakan 15 orang panghulu.
“Sehingga total keseluruhannya berjumlah 38 orang,” sebutnya.
Dia menambahkan, acara ‘Rang Simpang Kapuak Baralek Gadang’ dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari film tentang kebudayaan, lomba baju kuruang basiba, randai, festival lagu Minang, dan penampilan grup band dari Kota Padang.
“Ini menjadi tonggak sejarah untuk memperkenalkan Simpang Kapuak kepada masyarakat Sumbar. Berada jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, Nagari Simpang Kapuak harus sejajar dan sama maju dengan nagari lainnya,” kata Husin Daruhun.
Pada acara itu turut hadir Kepala Kesbangpol Limapuluh Kota Joni Amir, Ketua LKAAM Limapuluh Kota, Kabag Protokoler Andri Yasmen, Camat, Kapolsek, Danramil, serta tokoh masyarakat setempat. (dst)
