LIMAPULUH KOTA, KP — Sistem pendidikan berbasis surau resmi diterapkan melalui operasional SMP Islam Darul Hakim di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Kehadiran institusi baru ini diproyeksikan menjadi pilar penting dalam membentengi generasi muda dari ancaman degradasi moral yang kian mengkhawatirkan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengapresiasi kepedulian para tokoh daerah terhadap dunia pendidikan rakyat. Ia berharap SMP Islam Darul Hakim mampu membentuk karakter anak didik hingga menjadi manusia seutuhnya.
“Ketika kita serius dengan pendidikan, kita juga telah menyiapkan masa depan,” kata Mahyeldi, saat meluncurkan secara resmi sistem pendidikan berbasis surau resmi di SMP Islam Darul Hakim, Selasa (2/6).
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha menyoroti kondisi sosial saat ini yang diwarnai maraknya kasus narkoba hingga kekerasan seksual di lingkup keluarga. Intervensi melalui jalur pendidikan keagamaan dinilai sebagai faktor krusial yang harus diperhatikan demi mengembalikan kejayaan moral daerah.
“Degradasi moral saat ini mengkhawatirkan, ada kasus narkoba, ayah menghamili anak kandung, sehingga pendidikan merupakan faktor yang sangat penting untuk terus kita perhatikan,” ujar Ahlul, Selasa (2/6).
Sementara, Ketua Pembina Yayasan Darul Hakim, Irfan Fachruddin menjelaskan bahwa konsep ini terinspirasi dari rekam jejak para ulama surau terdahulu. Banyak tokoh agama masa lalu yang tidak mengenyam bangku perkuliahan, namun mampu berdiri sejajar dengan tokoh besar karena memiliki kualitas akhlak yang luar biasa.
Fasilitas pendidikan setingkat SLTP tersebut mengintegrasikan Kurikulum Pendidikan Nasional secara utuh dengan program muatan lokal adat budaya serta teknologi informasi (IT). Metode pembelajaran ini mengadopsi nilai-nilai luhur surau terdahulu guna melahirkan kembali tokoh-tokoh besar dari ranah Minang.
Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare tersebut berada di bawah naungan Yayasan Akademi Surau Indonesia. Menghadapi tahun ajaran 2026/2027 sebagai periode perdana Proses Belajar Mengajar (PBM), pihak pengelola telah menyiagakan belasan tenaga pendidik untuk memimpin dua rombongan belajar.
Guna menunjang aktivitas siswa, kawasan sekolah telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas utama. Sarana pendukung tersebut meliputi ruang kelas belajar, lapangan olahraga, hingga ketersediaan lahan pertanian khusus. (dst)