PARIAMAN, KP — Sebanyak 245 warga rentan yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Pariaman menerima kucuran bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Intervensi jaminan sosial bernilai total Rp428.772.430 ini dialokasikan khusus untuk mendongkrak kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Penyaluran logistik bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap pada 1-4 Juni 2026. Sasaran wilayah penerima manfaat difokuskan pada masyarakat yang tersebar di dua wilayah teritorial, yakni Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Utara.
Paket bantuan yang diserahkan dirancang secara spesifik guna memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang kemandirian ekonomi para penerima. Rincian logistik yang dikucurkan terdiri dari 141 paket nutrisi, 219 paket kebersihan diri, 93 paket sarana dapur, 182 paket sarana kamar, serta 245 paket sarana sekolah bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Selain kebutuhan logistik harian, program jaminan sosial ini juga menyediakan 36 unit alat bantu aksesibilitas fisik serta 5 paket modal kewirausahaan. Sementara untuk perlindungan lansia, dialokasikan pula program perbaikan atau bedah kamar khusus bagi dua orang warga lanjut usia.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad menjelaskan, pengucuran bantuan ini merupakan buah dari terjaganya sinergitas yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kehadiran program pemenuhan kebutuhan dasar tersebut diharapkan mampu memicu semangat serta harapan baru agar kelompok masyarakat rentan dapat hidup lebih mandiri dan sehat.
“Bantuan ini kita dapatkan karena adanya sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pelayanan sosial kepada masyarakat, yang bertujuan untuk memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan kualitas hidup lanjut usia dan kelompok rentan,” ujar Yota Balad, Selasa (2/6).
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi yang dipimpin oleh Hasnah. Langkah taktis ini dinilai menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di tingkat daerah.
Wako Yota Balad memastikan bahwa Dinas Sosial beserta seluruh jajaran pendamping sosial di lapangan dikerahkan untuk mengawal proses distribusi fisik bantuan agar tepat sasaran. Selain itu, evaluasi terhadap dampak kemandirian ekonomi penerima modal usaha juga akan dipantau secara berkala. (ak/*)