SOLOK, KP — Kabupaten Solok mulai melirik peluang pengembangan investasi berbasis lingkungan melalui alih teknologi dengan Republik Korea. Langkah strategis ini dinilai sebagai momentum berharga bagi daerah untuk menyerap teknologi modern, riset, serta modal guna memacu pembangunan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Solok, Candra, saat menghadiri Audiensi dan Focus Group Discussion (FGD) Pemprov Sumbar bersama Delegasi Republik Korea di Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (11/8).
Wabup Candra menegaskan, penjajakan kerja sama ini menjadi angin segar untuk menjawab persoalan krusial daerah, seperti penanganan sampah, energi terbarukan, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular. Menurutnya, limbah domestik dan TPA di Solok berpotensi besar diolah menjadi energi alternatif atau produk bernilai guna jika ditopang teknologi tepat guna.
“Kalau tersedia teknologi, investasi, dan pola kerja sama yang mampu menyelesaikan persoalan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi, tentu peluang seperti ini harus kita pelajari secara serius,” ujar Wabup Candra.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kerja sama dengan Korea Selatan tersebut saat ini masih dalam tahap pemetaan dan penjajakan. Pemkab Solok tengah mematangkan inventarisasi proyek yang benar-benar memiliki kelayakan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi warga setempat. (bus/*)