
Nanda Satria
PADANG, KP — Fenomena udara berkabut yang menyelimuti Kota Padang dan sejumlah wilayah di Sumbar dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi tersebut sebagai kabut asap akibat kebakaran.
Menurut Nanda, penyebab udara berkabut harus merujuk pada informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan demikian, masyarakat tidak menerima informasi yang keliru mengenai kondisi yang terjadi.
“Kita perlu memahami dulu penyebabnya secara tepat. Jangan sampai masyarakat langsung menyimpulkan bahwa udara berkabut ini merupakan kabut asap akibat kebakaran. Informasi dari BMKG perlu menjadi rujukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ujar Nanda di Padang, Kamis (13/8).
Sebelumnya, BMKG menjelaskan kondisi udara yang tampak berkabut berkaitan dengan minimnya curah hujan, udara yang relatif kering, serta lemahnya pergerakan angin. Kondisi tersebut menyebabkan partikel di udara bertahan lebih lama, sehingga jarak pandang berkurang dan langit tampak keabu-abuan.
Fenomena tersebut berbeda dengan kabut yang umumnya terbentuk dari butiran air. Udara berkabut atau *haze* terjadi akibat partikel-partikel kecil, seperti debu, aerosol, asap, dan polutan yang tersuspensi di atmosfer.
Meski demikian, Nanda meminta kondisi tersebut tetap diantisipasi, terutama apabila berlangsung dalam waktu lama. Selain dapat mengurangi jarak pandang, cuaca kering dan minimnya curah hujan juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan cuaca, kualitas udara, serta potensi munculnya titik panas di Sumbar. “Kita berharap kondisi ini tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Pemantauan harus terus dilakukan, terutama terhadap potensi titik panas dan kebakaran lahan. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” katanya.
Nanda juga mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kondisi berkabut menyebabkan jarak pandang menurun.
Berdasarkan pembaruan prakiraan BMKG pada 13 Agustus 2026, sejumlah wilayah di Kota Padang masih berpotensi mengalami kondisi udara berkabut. Beberapa kawasan lainnya juga diprakirakan mengalami kabut atau asap pada waktu tertentu.
Nanda mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.
“Yang paling penting sekarang masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Kalau kondisi udara semakin memburuk atau jarak pandang semakin terbatas, tentu kita harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.
Kualitas Udara Masih Baik
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memastikan kualitas udara di Kota Padang pada Kamis (13/8) masih berada dalam kategori baik, meskipun secara visual sejumlah wilayah tampak berkabut.
“Memang secara visual di beberapa wilayah udara terlihat agak berkabut. Tetapi berdasarkan data pemantauan, kondisi kualitas udara masih dalam kategori baik,” ujar Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta, dikutip dari Langgam.id.
Berdasarkan pemantauan sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, konsentrasi PM10 tercatat stabil pada angka 3. Sementara konsentrasi PM2.5 berada pada angka 7 pada pukul 06.00 WIB, kemudian turun menjadi 6 pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB sebelum kembali berada pada angka 7 hingga pukul 14.00 WIB. “PM2.5 berada pada angka 7 dan PM10 pada angka 3, yang keduanya masih berada dalam kategori baik,” kata Fadelan.
Pemantauan juga mencatat parameter lainnya, yakni SO2 pada angka 81, CO sebesar 7, dan O3 sebesar 87.
Menurut Fadelan, hasil pemantauan tersebut belum menunjukkan adanya persoalan kualitas udara yang perlu dikhawatirkan masyarakat. “Untuk kondisi saat ini, masyarakat tidak perlu panik karena berdasarkan pemantauan terakhir kualitas udara masih berada dalam kategori baik,” tuturnya.
Meski kualitas udara masih tergolong baik, DLH mengimbau masyarakat tetap menjaga kondisi lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran terbuka. (fai/lgm)