PAYAKUMBUH, KP – Pemerintah Kota Payakumbuh ingatkan pedagang sembako untuk tidak melakukan penimbunan sembako, karena akan berpengaruh kepada harga di pasar. Selama Ramadan dan Jelang Idul Fitri, berbagai kebutuhan atau barang juga mengalami kenaikan.
Pemerintah Kota Payakumbuh juga melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga, termasuk untuk melakukan pemantauan harga secara rutin.
“Sejak minggu lalu, kami sudah memonitor harga sembako. Ada tiga komoditas utama yang memengaruhi indeks harga di Kota Payakumbuh, yakni cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng. Kami terus mengingatkan pedagang agar tidak menimbun barang yang bisa menyebabkan lonjakan harga,” ujar Plt. Asisten II Pemerintah Kota Payakumbuh, Wal Asri didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Ipendi saat meninjau operasi pasar dan gerakan pangan murah di Pasar Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (6/3).
Selain itu, beberapa kebutuhan lain seperti telur, beras, dan daging ayam juga berpotensi mengalami kenaikan harga selama Ramadan. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah yang mulai dilaksanakan hari ini.
“Saat ini kenaikan harga sembako masih relatif stabil, tapi biasanya harga cenderung meningkat hingga Idul Fitri. Karena itu, operasi pasar dan gerakan pangan murah akan digelar dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis selama Ramadan,” jelasnya.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih terjangkau.
Wal Asri menambahkan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UMKM untuk memastikan pasokan pangan tetap aman.
Dalam operasi pasar tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar, antara lain bawang merah Rp28.000 per kg, beras medium Bulog Rp61.500 per 5 kg, beras lokal Rp155.000 per 10 kg, telur Rp49.000 per tray, dan minyak goreng Rp15.700 per liter.(dst)