WAKIL Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Eviyandri Dt Rajo Budiman, bersama jajaran Komisi V DPRD Sumbar melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Daerah Khusus Jakarta, Kamis (24/4). Kunjungan ini bertujuan menggali konsep pengembangan perpustakaan modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun juga sebagai pusat ilmu pengetahuan berbasis digital dan ruang publik yang inklusif.
Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa Perpustakaan Jakarta telah sukses membangun citra baru sebagai ruang edukatif yang inovatif, dengan tingkat kunjungan yang tinggi dari berbagai kalangan masyarakat. Selain koleksi buku fisik, perpustakaan ini juga menyediakan e-book, ruang podcast, ruang diskusi, serta taman bermain anak.
Eviyandri Dt Rajo Budiman menyatakan, konsep tersebut sangat relevan untuk diterapkan di Sumatera Barat. Ia menilai perlu adanya perubahan persepsi terhadap perpustakaan, dari sekadar taman baca menjadi ruang dinamis untuk pertukaran ide, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi informasi.
“Selama ini perpustakaan masih identik dengan taman baca. Padahal, seiring perkembangan zaman, kita dapat mengembangkannya sebagai pusat pengetahuan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang diskusi, ruang podcast, hingga area bermain anak. Ini yang perlu kita contoh dari Jakarta,” ujar Eviyandri.
Ia menambahkan, penguatan fungsi perpustakaan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi masyarakat, terutama generasi muda. “Digitalisasi menjadi keniscayaan. Perpustakaan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi agar tetap relevan dan diminati masyarakat. Kita berharap konsep ini dapat diadopsi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Nurfirmawansah, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan kesejahteraan rakyat, menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan perpustakaan daerah agar lebih modern dan fungsional.
“Dukungan anggaran dan kebijakan strategis akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja bersama OPD terkait. Kami ingin memastikan perpustakaan menjadi ruang terbuka yang mampu mendorong kreativitas dan literasi masyarakat,” ujarnya.
Dengan inisiatif ini, DPRD Sumbar berharap perpustakaan daerah dapat bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi di Sumatera Barat. (*)