PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman membangun gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD Tuanku Rao untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Direktur RSUD Tuanku Rao, Herman Harun Dalimunte mengatakan, pembangunan gedung KRIS ini menggunakan anggaran APBD Pemkab Pasaman (DAU prioritas) sebesar Rp1,185 miliar.
“Saat ini proses lelang tengah berlangsung melalui e-purchasing,” ujarnya, Rabu (2/7).
Herman menjelaskan, gedung KRIS mengacu pada standar pelayanan BPJS Kesehatan untuk memastikan fasilitas rawat inap setara bagi semua pasien.
“Gedung ini akan memiliki dua kamar lengkap dengan fasilitas seperti nurse call, oksigen sentral, toilet dalam ruangan, serta standar ventilasi, pencahayaan, dan jarak antar tempat tidur,” terangnya.
Menurutnya, pembangunan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan fasilitas lebih baik, dan memastikan akses setara bagi peserta BPJS Kesehatan.
“Proses tender hingga pembangunan didampingi Datun Kejaksaan Negeri Pasaman agar berjalan tepat dan bermanfaat,” tambahnya.
Herman menegaskan, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Tuanku Rao dilakukan bertahap untuk menjadikannya rujukan utama bagi masyarakat Panti, Tapus, dan Rao (Pantura), serta wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara.
“Posisi strategis RSUD Tuanku Rao di jalur Pantura mendukung potensi sebagai rujukan berjenjang,” katanya.
Saat ini, RSUD Tuanku Rao melayani 100-150 pasien per hari, didukung 8 dokter umum, 1 spesialis penyakit dalam, 1 spesialis kandungan, 2 spesialis bedah, 1 spesialis anak, 1 spesialis patologi klinik, 1 spesialis patologi anatomi, 1 spesialis anestesi, dan 67 perawat.
“RSUD memiliki 10 kamar rawat inap dengan 50 tempat tidur,” ungkapnya. (nst)