LUBUK SIKAPING, KP — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lubuk Sikaping mendorong sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan dua program strategis nasional di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala KPPN Lubuk Sikaping, Syahrawi Munthe, menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, perangkat nagari, dan pihak terkait agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata.
“KPPN Lubuk Sikaping mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perangkat nagari, dan pihak terkait dalam implementasi dua program strategis nasional tersebut,” ujarnya di Lubuk Sikaping, Jumat (22/8).
Syahrawi menyebutkan, pihaknya telah membentuk wadah koordinasi melalui rapat lintas sektor yang melibatkan Sekretaris Daerah, Kepala Bakeuda dan BKAD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, serta Dinas Koperasi dan UKM dari kedua kabupaten.
“Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi dalam mengawal pelaksanaan program MBG dan KDMP,” tambahnya.
Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik guna mendukung tumbuh kembang anak, menurunkan angka stunting, dan memperkuat sumber daya manusia.
Sementara itu, KDMP merupakan inisiatif penguatan kelembagaan ekonomi nagari melalui pembentukan koperasi berbadan hukum di seluruh nagari. Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan meningkatkan akses pembiayaan masyarakat.
“Bidang usaha KDMP mencakup gerai sembako, apotek nagari, klinik nagari, unit simpan pinjam, serta cold storage dan logistik. Usaha lainnya bisa dikembangkan sesuai penugasan pemerintah, kearifan lokal, dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Syahrawi berharap KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi nagari dan memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.
Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Silfia Evayanti, mengatakan Program MBG telah resmi diluncurkan pada Kamis, 22 Mei di MTsN 1 Pasaman, disaksikan unsur Forkopimda dan jajaran terkait. “Hingga kini, di Pasaman baru terdapat satu SPPG yang dikelola Yayasan Mapalus Alumni Smanto 171 Tondano, beralamat di Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping,” katanya.
Penerima manfaat MBG di Pasaman tercatat sebanyak 3.313 siswa yang tersebar di 11 sekolah. Untuk program KDMP, seluruh 62 nagari di Pasaman telah memiliki badan hukum koperasi tersebut.
Sementara itu, Pejabat (Pj) BKAD Kabupaten Pasaman Barat, Zulfi Agus, menyampaikan bahwa program MBG belum berjalan di wilayahnya. “Namun, progres pembentukan kelembagaan KDMP cukup menggembirakan karena seluruh 90 nagari di Kabupaten Pasaman Barat telah memiliki badan hukum KDMP,” ujarnya. (nst)