LUBUK SIKAPING, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman mencatat angka kemiskinan turun menjadi 6,74 persen pada akhir tahun 2024.
Bupati Pasaman, Welly Suhery di Lubuk Sikaping, Senin ( 25/8) mengatakan, ini merupakan bukti kerja nyata dalam rangka menekan angka kemiskinan yang menjadi salah satu program nasional.
“Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), alhamdulillah angka kemiskinan di Pasaman turun dari 7,48 persen tahun 2021 menjadi 6,74 persen pada 2024,” katanya usai rapat koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) 2025 di Pasaman.
Dia menegaskan, pentingnya penggunaan DTSEN agar program penanggulangan kemiskinan benar-benar tepat sasaran. “Data akurat menjadi kunci agar program tidak sekadar formalitas, sehingga berdampak positif terhadap penekanan angka kemiskinan di Pasaman,” ujarnya
Welly menambahkan, sinergi antar-sektor menjadi kunci. Pemda, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN/BUMD, hingga pemerintah nagari harus mengambil peran nyata.
“Di tingkat nagari (desa), aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) diharapkan memudahkan verifikasi penerima manfaat. Sehingga bantuan lebih tepat kepada keluarga miskin maupun miskin ekstrem,” katanya.
Pemkab Pasaman, kata dia, terus menyusun strategi dari berbagai nara sumber mengenai upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Pasaman.
“Melalui rapat koordinasi TKPK 2025, mari kita jadikan momentum untuk memperkuat komitmen dan menyatukan langkah. Dengan kerja sama, cita-cita mewujudkan Pasaman bangkit, berkarakter, maju, dan berkelanjutan bisa kita capai,” tegasnya. (ant)