Home » Harga Beras di Pasar Raya Padang Naik Akibat Distribusi Tersendat

Harga Beras di Pasar Raya Padang Naik Akibat Distribusi Tersendat

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Distribusi beras yang tersendat dalam dua pekan terakhir memicu kenaikan harga sejumlah jenis beras di Pasar Raya Padang. Kondisi cuaca yang tidak stabil turut memperburuk pasokan sehingga beberapa jenis beras, terutama medium dan premium, mengalami penyesuaian harga.

Para pedagang menyebut kenaikan terjadi perlahan sejak dua minggu terakhir karena pasokan dari daerah penghasil tidak menentu.

Pemilik Toko Beras Boy mengatakan harga beras sangat bergantung pada pasokan yang masuk. Ia membenarkan adanya kenaikan pada beberapa jenis beras. “Beras ini harganya tidak menentu tergantung barang yang masuk, tapi dalam dua minggu ini memang ada kenaikan untuk beberapa jenis,” ujar Boy, Selasa (9/12).

Ia merinci, harga beras IR 42 naik dari Rp150 ribu menjadi Rp152 ribu per karung 10 kilogram. Harga beras Anak Daro meningkat dari Rp175 ribu menjadi Rp177 ribu per karung, sementara beras premium Sokan Premium Solok masih bertahan di harga Rp180 ribu per karung.

Menurut Boy, kenaikan harga dipicu terhambatnya distribusi akibat akses jalan terputus dalam sepekan terakhir. Kondisi itu membuat pasokan berkurang, sementara permintaan tetap tinggi.

“Akses jalan banyak yang terputus sejak seminggu terakhir ini, jadi pasokan tersendat,” jelasnya.

Ia menambahkan, gagal panen di sejumlah daerah juga memengaruhi stok. Sebagian besar pasokan tokonya berasal dari Solok. “Sawah banyak yang gagal panen, jadi stok yang tersedia juga sedikit. Dalam seminggu dua minggu ini juga sering banjir,” tambahnya.

Meski harga naik, Boy menyebut penjualan masih stabil. Omzet tokonya justru meningkat sejak diberlakukannya masa tanggap darurat bencana. “Semenjak bencana ini dan pemerintah menetapkan status tanggap darurat, penjualan meningkat untuk keperluan bantuan korban terdampak. Omzet yang biasanya sekitar Rp1,8 juta per hari sekarang bisa menjadi Rp2 juta sampai Rp3 juta per hari,” ungkapnya.

Ia berharap harga kembali stabil seiring membaiknya cuaca dan distribusi. Kenaikan harga juga dirasakan pedagang lain. Afra, pedagang di Blok Bagonjong Pasar Raya, menyebut harga beras Anak Daro yang ia jual per rantang naik selama sepekan terakhir. “Untuk beras Anak Daro, dalam seminggu ini harganya naik jadi Rp32 ribu per rantang, sebelumnya Rp29 ribu per rantang,” kata Afra.

Ia terpaksa menyesuaikan harga karena harga beli dari agen ikut naik. “Kalau harga tidak kita naikkan, takutnya rugi, apalagi sekarang juga mengalami penurunan jumlah konsumen,” ujarnya.

Menurut Afra, turunnya daya beli dipengaruhi beredarnya beras SPHP dan bantuan beras murah dari pemerintah. “Sepertinya penurunan ini karena banyaknya beras SPHP dan bantuan beras murah dari pemerintah,” ungkapnya.

Sejumlah konsumen juga merasakan kenaikan harga. Yenti, salah seorang pembeli, mengaku tetap membeli beras meski harganya naik. “Beras kan kebutuhan pokok, mau tidak mau tetap harus dibeli juga. Harapannya ke depan harga bisa kembali stabil,” katanya. (pdk)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?