TANAH DATAR, KP — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung proses pemasangan pipanisasi air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Jorong Muaro Ambius, Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (17/1). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga wakaf, dan relawan untuk memulihkan akses air bersih yang sempat lumpuh total sejak bencana melanda akhir November 2025 lalu.
Penyediaan sarana air bersih ini difasilitasi oleh Badan Pengelola Wakaf Rangkiang Peduli Negeri (RPN) melalui dana wakaf yang dihimpun dari berbagai lembaga seperti Lazisku dan Lazismu. Gubernur Mahyeldi mengapresiasi tingginya semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak yang secara sukarela membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
“Pemulihan pascabencana di Sumatera Barat bisa berjalan lebih cepat karena adanya kebersamaan seperti ini. Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai lembaga dan sesama masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujar Mahyeldi di sela kegiatan pemasangan pipa.
Ketua RPN Sumbar, Zeng Welf, menjelaskan bahwa pihaknya berhasil menghimpun donasi sekitar Rp1,5 miliar dari berbagai sumber, termasuk kontribusi dari 50 organisasi non-pemerintah (NGO) luar Sumatera Barat. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur air bersih di daerah-daerah terisolasi yang sarana distribusinya rusak berat diterjang material banjir.
Proses pengerjaan pipanisasi di Muaro Ambius dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat bersama relawan pendamping dan mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP). Keterlibatan warga secara langsung diharapkan dapat memicu rasa memiliki sehingga pemeliharaan sarana air bersih ini terjaga dalam jangka panjang. (mas)
