PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan memulihkan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana yang terjadi pada November dan Desember tahun lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan areal persawahan masyarakat kembali mendapatkan pasokan air secara normal dalam waktu dekat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemulihan difokuskan pada wilayah terdampak parah seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, serta sejumlah kawasan lain yang mengalami kerusakan akibat bencana galodo. Kerusakan jalur pengairan sebelumnya menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan dan tidak dapat digarap secara optimal oleh petani.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan jaringan irigasi tersebut. “Terkait kondisi irigasi pascabencana, ada beberapa jaringan yang rusak sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah masyarakat. Ini menjadi prioritas kami untuk segera ditangani,” ujarnya, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan, Pemko Padang telah menyiapkan sebanyak 17 paket pekerjaan fisik irigasi yang akan dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam anggaran pergeseran. Saat ini, seluruh paket pekerjaan tersebut masih berada pada tahap perencanaan. “Dokumen perencanaan ditargetkan rampung dalam minggu depan. Setelah itu, pekerjaan fisik akan segera dilelang agar bisa langsung dilaksanakan di lapangan,” jelasnya.
Selain melalui anggaran tersebut, Pemko Padang juga melakukan langkah darurat dengan memanfaatkan dana operasional dan pemeliharaan. Pekerjaan fisik di lapangan bahkan telah mulai dilakukan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.
Menurut Well Off, intervensi cepat ini sengaja difokuskan pada daerah-daerah pertanian yang terdampak paling parah, sehingga lahan sawah masyarakat dapat segera kembali digarap.
“Pekerjaan pemeliharaan sudah mulai kita lakukan di lokasi terdampak seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan beberapa titik lainnya. Ini untuk memastikan air bisa segera mengalir kembali ke sawah warga,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan pemulihan irigasi ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap keluhan petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air. Dengan normalnya kembali aliran irigasi, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat dapat segera pulih.
Pemko Padang juga terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. “Sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi sangat penting agar penanganan irigasi ini bisa lebih maksimal dan menyeluruh,” tutupnya. (red)