PASAMAN, KP — Masyarakat Jorong IX Abam, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, mengeluhkan kondisi ekonomi yang kian terhimpit akibat rendah dan tidak stabilnya harga karet. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, saat kegiatan reses di wilayah tersebut, Selasa (3/2).
Dalam dialog yang dihadiri ratusan warga, ninik mamak, serta Wali Jorong IX Abam, Zulfahmi, terungkap bahwa sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor perkebunan karet. Ketidakpastian harga jual komoditas unggulan ini menjadi pukulan telak bagi daya beli warga di kawasan perbatasan Sumatera Barat tersebut.
“Persoalan harga karet ini menekan perekonomian warga, dan kami akan membawa serta memperjuangkan aspirasi ini sesuai kewenangan di tingkat provinsi,” tegas Ali Muda di hadapan konstituennya.
Selain masalah perkebunan, masyarakat juga menyoroti minimnya fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan jorong. Warga meminta bantuan pengadaan bak sampah permanen guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Tak hanya itu, sektor infrastruktur seperti perbaikan jalan dan pembangunan drainase turut menjadi usulan prioritas. Warga menilai akses jalan yang layak sangat krusial untuk menunjang mobilitas ekonomi, terutama saat musim hujan yang kerap memicu kerusakan jalan.
Ali Muda menegaskan, seluruh masukan masyarakat telah dicatat untuk kemudian diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD Provinsi Sumatera Barat. Ia berkomitmen mengawal setiap poin aspirasi agar mendapatkan tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
“Kami tidak ingin aspirasi ini hanya sekadar catatan. Target kami adalah bagaimana pemerintah hadir memberikan solusi nyata bagi kesejahteraan warga di Jorong IX Abam dan sekitarnya,” pungkas Ali Muda menutup pertemuan tersebut. (fai)
