PADANG, KP – MTQ tingkat kecamatan diminta tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi instrumen pembinaan berkelanjutan untuk mencetak kafilah lokal yang kompetitif.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan hal itu saat membuka MTQ ke-42 Kecamatan Koto Tangah, Jumat (17/4). Ia menilai selama ini MTQ kerap hanya menjadi ajang euforia, tanpa dampak signifikan terhadap kualitas pembinaan peserta. “MTQ harus menjadi wadah evaluasi dan pencarian bibit unggul, bukan sekadar euforia atau mengejar juara,” tegasnya.
Menurut Maigus, arah kebijakan ke depan difokuskan pada sistem pembinaan berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota. Skema ini akan diperkuat melalui pengembangan pondok Al-Qur’an di tiap kecamatan serta Quran Center di Masjid Agung sebagai pusat pembinaan utama.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mencetak kafilah, bukan bergantung pada rekrutmen dari luar. Targetnya, peserta yang mewakili Kota Padang benar-benar berasal dari hasil pembinaan internal yang terstruktur.
“Ke depan kita ingin kafilah Kota Padang adalah anak-anak yang kita bina sendiri, bukan hasil rekrutmen instan,” ujarnya.
Selain itu, MTQ juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, termasuk penguatan lembaga seperti TPQ, TQA, hingga MDT. Dengan pendekatan tersebut, MTQ diharapkan berkontribusi langsung terhadap pembentukan generasi Qurani yang berkelanjutan. (red)
