PADANG, KP — Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan sejumlah persoalan strategis pascabencana, mulai dari perubahan sempadan sungai hingga pengajuan kota gastronomi dunia, dalam forum Rembuk Otonomi Daerah (Reboan) bersama Kementerian Dalam Negeri yang digelar daring, Rabu (29/4).
Dalam forum yang dipimpin Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Cheka Virgowansyah itu, Fadly menyoroti perlunya percepatan penetapan sempadan sungai karena berdampak pada penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Kami berharap percepatan penetapan ini dapat difasilitasi, baik melalui BNPB maupun Kementerian ATR/BPN, sehingga memiliki dasar ilmiah dan legal yang kuat. Jika sempadan sungai berubah, maka berpotensi menambah sekitar 500 rumah terdampak yang perlu direlokasi,” ujarnya.
Ia juga mengangkat persoalan sedimentasi sungai pascabencana. Menurutnya, meski telah masuk dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, tidak seluruh titik dapat dinormalisasi karena kendala teknis. “Kami mengusulkan agar dibuka peluang izin tambang dalam rangka normalisasi sungai bagi pihak swasta. Dengan melibatkan swasta, proses normalisasi dapat berjalan lebih cepat sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Fadly menyatakan kesiapan Kota Padang untuk mengajukan status kota gastronomi dunia ke UNESCO dengan mengusulkan kawasan Kota Tua sebagai titik utama. “Kami berharap adanya dukungan lintas kementerian agar Kota Padang dapat menjadi proyek prioritas, sebagaimana pengembangan kawasan kota tua di daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Cheka Virgowansyah menyebut perubahan kawasan menjadi daerah rawan bencana dapat menjadi dasar penyesuaian RTRW, dengan tetap mengacu pada rekomendasi teknis dari Kementerian ATR/BPN. “Kami akan membantu percepatan koordinasi dengan ATR/BPN serta BNPB agar proses penetapan dapat segera dilakukan,” ungkapnya.
Terkait usulan kota gastronomi, ia menilai Kota Padang memiliki peluang besar, terutama jika didukung data historis yang kuat. “Kota dengan nilai sejarah tinggi, termasuk kawasan kota tua, memiliki peluang untuk ditetapkan sebagai kota warisan dunia. Kami mendorong proses pengajuan ke UNESCO tetap berjalan paralel dengan dukungan kementerian terkait,” katanya. (red)
