PADANGPANJANG, KP — Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang siap menggebrak ekosistem industri kreatif dengan menggelar sebuah *event* kolaboratif berskala strategis bertajuk “ISU ISI”. Kegiatan ilmiah sekaligus panggung kreativitas ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 24-25 Juni 2026 mendatang di lingkungan Kampus Seni.
Direktur Festival ISU ISI, Amin Wahyuda menjelaskan, pergelaran ini diinisiasi oleh mahasiswa di bawah bimbingan langsung para dosen pengampu mata kuliah Manajemen Seni Pascasarjana, yakni Sulaiman Juned, Rasmida, dan Susas Rita Loravianti. Forum ini dirancang khusus untuk membangun keterhubungan yang kuat antar pelaku lintas disiplin, komunitas kreatif, pihak industri, hingga membuka keran jaringan di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami pelaksana kegiatan berupaya menghadirkan sebuah platform kreatif yang mampu menjawab tantangan serta dinamika perkembangan seni dan budaya di era digital saat ini. ISU ISI diposisikan sebagai pemantik awal dari proses kecil yang akan tumbuh mengakar menjadi sebuah festival besar demi kemajuan ISI Padangpanjang di masa depan,” ujar Amin Wahyuda, Jumat (22/5).
Rektor ISI Padangpanjang, Febri Yulika memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan agenda akademis bercampur praktis ini. Menurutnya, lompatan ini sangat penting untuk mempertegas posisi institusi seni sebagai pusat peradaban budaya modern dan laboratorium industri kreatif.
“Isu utama yang kami angkat adalah menjembatani hubungan antar ekosistem yang lebih luas, seperti mempertemukan komunitas kreatif dengan pelaku industri serta pihak sponsor. Hubungan ini dinilai mendesak karena selama ini pola kolaborasi yang ideal dan menguntungkan kedua belah pihak belum terbentuk secara maksimal,” kata Febri Yulika memaparkan dampak kegiatan.
Senada dengan itu, Dosen Pengampu Manajemen Seni, Sulaiman Juned menambahkan bahwa keterbatasan akses daerah menuju panggung nasional dan internasional harus segera dipangkas melalui aksi nyata.
“Melalui cakupan kegiatan yang sudah dirancang, ISU ISI diharapkan menjadi solusi konkret dalam menciptakan ruang kolaborasi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan bagi generasi kreatif Indonesia,” pungkas budayawan sekaligus sutradara teater tersebut. (fai)
