LUAR biasa dan memprihatinkan situasi terkini di Pasaman Barat. Seakan daerah tersebut tiada bertuan. Terbukti, kekayaan alam di negeri tersebut dikuras begitu saja seperti diinformasikan KORAN PADANG edisi Senin (17/4) melalui berita tentang tambang emas ilegal di Talamau.
Sungguh memilukan aksi pengurasan kekayaan alam, terutama emas di Talamau ini. Di mana aparat pemerintah dari berbagai lembaga, sehingga aksi tambang ilegal seperti merajalela begitu saja.
Isi bumi emas batu manikam digasak dari kabupaten kaya sumber daya alam ini. Kita berharap lembaga pemerintahan bersama aparat kamtibmas memperlihatkan kesungguhannya dalam memberantas tambang ilegal itu.
Pemerintah sudah punya aturan dan pedoman kerja dalam membangun negeri ini, termasuk mengolah hasil alam yang terkandung dalam perut bumi. Namun kalau kekayaan alam dieksploitasi secara serampangan tanpa berpedoman pada aturan yang ada, dikhawatirkan negeri ini akan semakin sengsara.
Kita tak ingin jajaran pemerintah lengkap dengan semua aparatnya seperti tak berdaya menghadapi gerakan ilegal ini, apalagi kalau sampai menaikkan ‘bendera putih’.
Bagaimanapun juga, jangan ada pihak-pihak tertentu yang ‘bermain api’ dalam menguras negeri ini. Sebab, dampaknya sangat fatal. Ulah sebagian kecil penduduk negeri ini yang ‘membangkang’, sengsara rakyat tiada tara. Untuk itu, mari kita berperan dalam menyikat semua ‘pencoleng’ dari negeri beradat dan berbudaya ini.
Dengan momentum Ramadhan 2023, mari habisi semua gerakan ilegal di negeri ini. Khusus pada lembaga pemerintahan, pantas memaksimalkan kerja inspektorat atau lembaga pengawasan. Sikat saja mereka yang bermain ‘patgulipat’. *
