KALAU sopir mengantuk, penumpang pasti terantuk-antuk. Biasanya, sopir yang mengantuk cenderung sopir kendaraan pribadi. Kalau kendaraan umum, sopir yang merasa kelelahan biasanya istirahat sejenak. Kesempatan istirahat kadang dimanfaatkan untuk melaksanakan salat wajib. Selain itu, istirahat sambil ngopi juga rutin dilakukan sopir dalam perjalanan jauh. Kalaupun perjalanan harus dilanjutkan untuk mengejar waktu, ada sopir dua yang ambil alih kemudi.
Lalu, kenapa sopir kendaraan pribadi sering mengantuk hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan, terutama dalam perjalanan jarak jauh? Berkemungkinan, sopir pribadi cenderung ‘dipaksakan’ bos berlari kencang. Ia tak sanggup membantah suruhan bos agar cepat sampai di tujuan. Sehingga, mengemudikan kendaraan ibarat dikejar hantu.
Adakalanya, bos atau pimpinan dalam perjalanan bangga kalau sopirnya mampu membawa kendaraan seperti ugal-ugalan. Oleh karena itu, alangkah lebih baik seorang pimpinan tak memaksa sopir berlari kencang karena sangat berisiko terjadi kecelakaan.
Seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Kamis (27/4) di halaman 1, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Hilman Wijaya mengungkapkan, sopir mengantuk jadi penyebab terbanyak kecelakaan lalulintas.
Di sisi lain, terhadap angkutan umum penumpang, rata-rata sopirnya benar-benar berpengalaman. Jadwal istirahat dalam perjalanan sudah baku, berupa pada lokasi-lokasi tertentu yang sudah ditetapkan untuk istirahat sejenak sambil mengumpulkan tenaga dan menghilangkan kantuk.
Bagaimanapun juga, kita tidak mengharapkan jatuh korban sia-sia akibat sopir yang mengantuk. Kalau mengantuk saat membawa kendaraan, beristirahatlah dulu. *
