H.Adi Bermasa
Sudah sangat lama pertambangan emas ilegal beroperasi di Sumatra Barat.Seakan lembaga pemerintahan tak berdaya memunculkan pertambangan emas resmi di Sumatra Barat. Padahal tambang emas resmi tersebut pasti aman dan menjanjikan keuntungan yang mensejahterakan.
Nyatanya, sejak Belanda angkat kaki dari daerah ini, ternyata sampai sekarang yang berkaitan dengan tambang emas yang ada di daerah yang populer hanya yang ilegal. Boleh jadi, tambang mas ilegal begitu mendominasi di daerah ini. Seakan tiada daya aparat menghabisi tambang ilegal tersebut.Aman dan tenang sebentar, muncul lagi si ilegal tersebut.Begitulah yang terjadi dari masa ke masa
Kenapa tak begitu berdaya pemerintah mengusahakan ” pertambangan emas resmi” selama ini di Sumatra Barat.Boleh jadi beragamlah alasan yang mengemuka.
Kita di Sumbar ataupun di Indonesia lengkap punya tenaga ahli berkaitan dengan beragam pwrtambangan.Bahkan belum merdeka negeri ini doeloe nya, kita sudah punya pertambangan emas populer: Manggani di Limapuluh Kota.Belanda yang beruntung.Dialah yang menambang.Pribumi hanya menyumbang tenaga saja.Emas dibawa ke Eropa.Hanya jalan dibangun Belanda ke Utara Limapuluh Kota tersebut, termasuk jalan Kereta api sampai ke Limbanang.
Belanda sudah menikmati mas Manggani tersebut termasuk beragam kekayaan negeri ini dikurasnya, dan uangnya mereka bawa ke Eropa.
Begitu sedih rasanya, ” parasaian” generasi tua kita dulunya.Negerinya kaya, hasil panennya dibawa ke Eropa.Sungguh memprihatinkan.
Kini? Lenggang tak lepas dari ketiak.Negeri ini memang kaya raya dengan hasil buminya.Tapi, kita?? Kemiskinan dan beragam derita begitu akrab dengan negeri ini.Sementara tambang emas reami tak terdengar mynculnya di negeri ini.Sementara Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tetap berjadi, jadi di daerah ini.Mudah ditemui divSijunjung, Sawahlunto, Solok Selatan, Dharmasraya dan lokasi lain twntu juga ada.
Begitu tak berdayanya pwmerintah menjadikan seluruh pertambangan tersebut sebagai usaha resmi, berizin, sesuai dengan aturan yang berlaku.Begitu lemahnya kita mengusahakan hasil perut bumi ini mengelolanya secara resmi.
Bagaimanapun juga, kita sangat berharap pada Pemprov. Sumbar di era Kepwmimpinan Pak Gubernur Mahyeldi mampu mengatasi semua problema yang ” berstatus liar” untuk diolah sebagaimana mestinya demi kesejahteraan rakyat dalam arti yang sebenarnya.Dan kita tidak berharap ” usaha liar” berkembang di daerah ini.Dan sudah saatnya semua ” gerakan yang ilegal” di daerah ini dihabisi saja.Kita sudah bosan dengan penampilan oknum ” berminyak air” di daerah ini. Habisi saja!!!
