Banjir Berulang, SMPN 41 Minta Pemko Padang Bangun Bronjong

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — SMP Negeri 41 Kota Padang meminta Pemerintah Kota Padang membangun bronjong di sepanjang bantaran sungai dekat sekolah sebagai salah satu langkah mitigasi banjir. Permintaan itu disampaikan setelah sekolah tersebut viral di media sosial karena seluruh bangunan hingga ruang kelas terendam banjir.

Kepala SMPN 41 Padang, Amridas, mengatakan penanganan pascabanjir tidak cukup hanya berfokus pada pembersihan lumpur, tetapi juga harus diikuti langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Menurutnya, kondisi sekolah saat ini menunjukkan perlunya penataan ulang bangunan secara menyeluruh. Ia menilai restrukturisasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak karena SMPN 41 telah beberapa kali terdampak banjir. “Melihat kondisi sekolah saat ini diperlukan restrukturisasi sekolah, di mana sekolah dibangun bertingkat untuk meminimalisir dampak banjir,” ujarnya, Rabu (5/8).

Amridas menilai pembangunan gedung bertingkat dapat menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi fasilitas pendidikan sekaligus menjamin proses belajar mengajar tetap berjalan saat cuaca ekstrem terjadi.

Selain penataan bangunan, ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur di sekitar lingkungan sekolah, terutama pada aliran sungai yang berada tidak jauh dari kawasan sekolah.

Menurutnya, pembangunan batu bronjong di sepanjang bantaran sungai diperlukan untuk menahan abrasi dan menjaga aliran air tetap stabil saat curah hujan tinggi. “Keberadaan bronjong akan membantu mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir menggenangi lingkungan sekolah,” katanya dikutip dari Langgam.id.

Ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya bersifat reaktif setelah bencana terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi ratusan siswa SMPN 41 Padang.

Sementara itu, dua hari pascabanjir, pembersihan material lumpur di lingkungan sekolah masih terus berlangsung. Pantauan di lokasi menunjukkan petugas menyemprot ruang-ruang kelas menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran, sementara endapan lumpur di sejumlah titik masih dibersihkan secara bertahap.

Amridas mengatakan kegiatan belajar mengajar diperkirakan baru dapat kembali dilaksanakan pada Jumat (7/8) apabila proses pembersihan berjalan sesuai rencana dan kondisi cuaca mendukung. “Endapan lumpur di beberapa titik masih cukup tebal sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk membersihkannya,” ujarnya. (lgm)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!