Home » BKKBN Sumbar Dorong Penguatan Penghasilan Pendamping Keluarga untuk Percepat Penurunan Stunting

BKKBN Sumbar Dorong Penguatan Penghasilan Pendamping Keluarga untuk Percepat Penurunan Stunting

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG — Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati, menegaskan pentingnya penguatan kesejahteraan dan penghasilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting di daerah.

Mardalena, saat diwawancarai, Kamis(15/1) mengatakan TPK yang terdiri dari Penyuluh KB (PKB) dan Petugas Lapangan KB (PLKB) memegang peran krusial sebagai ujung tombak pendampingan keluarga berisiko stunting. Oleh karena itu, dukungan terhadap kinerja dan kesejahteraan pendamping perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan optimal dan berkelanjutan.

“TPK bekerja langsung di lapangan, melakukan pendataan, edukasi, hingga pendampingan keluarga. Agar tugas ini maksimal, aspek kesejahteraan dan penghasilan pendamping juga harus menjadi perhatian,” ujar Mardalena.

Ia menjelaskan, BKKBN mendorong penguatan peran TPK tidak hanya melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi, tetapi juga melalui skema dukungan lintas sektor yang memungkinkan pendamping memperoleh tambahan penghasilan secara sah dan terukur, tanpa mengganggu tugas utama pendampingan.

Dalam pelaksanaan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TPK memiliki peran strategis dalam menghubungkan orang tua asuh, dunia usaha, dan keluarga sasaran. Melalui peran tersebut, TPK turut memastikan bantuan tepat sasaran serta intervensi gizi dan edukasi berjalan sesuai kebutuhan keluarga.

Selain itu, TPK juga bertanggung jawab melakukan pelaporan berbasis aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL), yang menjadi dasar pengambilan kebijakan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.

Mardalena menilai, peningkatan kesejahteraan pendamping akan berdampak langsung pada kualitas layanan kepada keluarga berisiko stunting. Pendamping yang sejahtera dinilai lebih fokus, profesional, dan konsisten dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Ketika pendamping bekerja dengan dukungan yang memadai, maka intervensi kepada keluarga juga akan lebih efektif. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Melalui sinergi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, BKKBN Sumbar optimistis penguatan peran dan penghasilan pendamping keluarga dapat mempercepat penurunan angka stunting serta mewujudkan generasi Sumatera Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (fai)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?