PESISIR SELATAN, KP – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama tim teknis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meninjau jembatan gantung yang putus di Kampung Tanjung, Nagari Duku Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan, Selasa (19/8).
Jembatan penghubung utama warga tersebut rusak parah sejak diterjang banjir bandang pada 2024, sehingga akses ke sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan terganggu.
“Kunjungan ini bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama BNPB untuk melihat langsung kondisi fasilitas publik yang sangat penting bagi masyarakat,” ujar Bupati Hendrajoni di lokasi.
Hadir dalam peninjauan itu antara lain Ketua DPRD Pessel Darmansyah, staf ahli Syafrizal Antoni, Kepala BPBD Pessel Yuskarli, Kepala Dinas PUPR, perwakilan Inspektorat, Camat Koto XI Tarusan Nuraini, Wali Nagari Duku Utara Nofrizon, serta tokoh masyarakat Simon Tanjung.
Bupati menyampaikan pihaknya segera menyusun laporan teknis bersama BPBD Pessel untuk diajukan ke pemerintah pusat sebagai dasar rehabilitasi.
“Kami akan menyiapkan dokumen pendukung agar perbaikan bisa cepat direalisasikan,” tegasnya.
Camat Nuraini menambahkan pemerintah nagari diminta mempercepat administrasi, termasuk soal pembebasan lahan dan proposal pendukung.
Sementara, Wali Nagari Nofrizon menyatakan apresiasi atas kepedulian pemerintah.
“Kami berharap perbaikan segera dilakukan agar warga tidak lagi menempuh jalur alternatif yang jauh dan berbahaya,” kata Nofrizon.
Tokoh masyarakat setempat, Simon Tanjung menyebut, respon cepat pemerintah memberi harapan baru bagi warga.
“Semoga perbaikan segera dilakukan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, BNPB, dan masyarakat, rehabilitasi jembatan gantung diharapkan segera terwujud demi memulihkan akses warga Kampung Tanjung. (don)