PADANG, KP — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang akan menyurati Pemerintah Kota Padang untuk menertibkan aktivitas mandi-mandi warga di kawasan Sungai Jembatan Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung.
Langkah ini diambil menyusul maraknya aktivitas masyarakat di lokasi tersebut usai banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu.
Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengatakan kawasan sungai yang dipenuhi hamparan pasir sisa banjir telah berubah menjadi lokasi wisata dadakan dan dinilai berisiko terhadap keselamatan warga.
“Kami akan menyurati Pemko Padang agar dilakukan penertiban. Aktivitas masyarakat di sana akan kami beri teguran,” ujar Naryo saat pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dikutip dari tribunpadang.com, Rabu (21/1).
Menurut Naryo, pemanfaatan sumber daya air, baik sungai, irigasi, maupun embung, tidak bisa dilakukan secara bebas dan harus melalui mekanisme perizinan sesuai ketentuan Kementerian PUPR.
“Pemanfaatan sumber air wajib mengajukan izin ke pemerintah pusat. Ini untuk mencegah potensi kecelakaan dan dampak yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Sungai Ujung Tanah viral setelah material pasir pascabanjir membentuk hamparan luas menyerupai pantai. Warga menjulukinya sebagai “Pantai Ujung Tanah” dan menjadikannya lokasi rekreasi sementara, mulai dari berenang, berswafoto, hingga berjualan makanan.
Namun, BWS menilai aktivitas tersebut berpotensi membahayakan, mengingat kawasan sungai rawan perubahan arus dan longsoran material, terutama saat debit air meningkat secara tiba-tiba. (trb)