Home » Dinilai Berisiko, Wisata Dadakan Sungai di Padang Terancam Ditertibkan

Dinilai Berisiko, Wisata Dadakan Sungai di Padang Terancam Ditertibkan

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Fenomena wisata dadakan di aliran Sungai Ujung Tanah dan kawasan Bandar Kali Jati Parak Salai, Kota Padang, menuai perhatian serius pemerintah. Meski ramai dikunjungi warga usai surutnya debit air pascacuaca ekstrem, aktivitas tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V sebelumnya telah mengeluarkan imbauan agar Pemerintah Kota Padang melakukan penertiban terhadap aktivitas warga di kawasan sungai tersebut. Imbauan itu disambut Pemko Padang sebagai langkah preventif guna menghindari risiko korban jiwa.

“Kami tentu mendukung imbauan BWS. Ini demi keselamatan warga. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, jika dibiarkan, kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan korban,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, dikutip dari tribunpadang.com, Kamis (22/1).

Raju menegaskan, pemanfaatan kawasan sungai sebagai lokasi aktivitas publik tidak bisa dilakukan secara bebas tanpa kajian dan perizinan resmi. Pemko Padang, kata dia, akan segera melakukan pemantauan lapangan dan penertiban jika ditemukan pelanggaran. “Kalau tidak ada perizinan dan dinilai berisiko, tentu akan kita larang. Semua harus sesuai aturan,” tegasnya.

Selain keselamatan, aspek kesehatan juga menjadi sorotan. Sejumlah pengamat lingkungan menilai air di kawasan tersebut berpotensi tercemar limbah domestik yang dapat membahayakan pengunjung.

Menanggapi hal itu, Pemko Padang akan melakukan sosialisasi dan meningkatkan pengawasan di lapangan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menilai kemunculan wisata dadakan tersebut mencerminkan kreativitas masyarakat. Namun ia menekankan, faktor keselamatan dan kesehatan tidak boleh diabaikan. “Kreativitas masyarakat patut diapresiasi, tetapi keselamatan dan kesehatan tetap prioritas. Dampaknya perlu dikaji secara serius,” ujarnya.

DPRD Kota Padang, lanjut Muharlion, akan membahas persoalan ini bersama instansi terkait untuk menentukan langkah terbaik, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (trb)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?