PADANG, KP — Posisi Semen Padang FC di klasemen sementara BRI Super League pekan ke-22 semakin mengkhawatirkan. Tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini harus rela merosot ke peringkat 17 setelah pesaing terdekatnya, Persijap Jepara, memetik kemenangan penuh pada laga Sabtu (21/2).
Meski sukses menahan imbang Malut United 2-2 lewat drama gol di penghujung laga di Stadion H Agus Salim, Jumat malam (20/2), posisi Kabau Sirah kini semakin terancam setelah disalip Persijap Jepara.
Tim kebanggaan urang awak ini sempat tertinggal dua gol di babak pertama melalui aksi penyerang Malut United, Tyronne del Pino pada menit ke-21 dan Nelson Junior pada menit ke-40.
Namun, semangat pantang menyerah diperlihatkan para pemain di menit-menit akhir pertandingan melalui dua gol balasan kilat yang tercipta hanya dalam rentang waktu empat menit.
Pemain sayap Kianz Foese membuka asa lewat golnya pada menit ke-87. Puncaknya, Maicon mencetak gol penyelamat pada menit ke-90+1 yang sempat membuat seisi stadion Gor H. Agus Salim tegang saat wasit Nendi Rohendi melakukan pengecekan video assistant referee (VAR). Setelah dinyatakan sah, skor berubah imbang sekaligus menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan di kandang sendiri.
Tensi tinggi pertandingan ini juga diwarnai hujan kartu, di mana wasit mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah untuk kapten Malut United, Safrudin Tahar pada masa injury time.
Ancaman Degradasi Kian Nyata
Satu poin tambahan ini nyatanya belum cukup mengamankan posisi Kabau Sirah di klasemen.
Persaingan di papan bawah kini semakin panas setelah Persijap Jepara sukses menekuk Persebaya Surabaya 3-1, di Stadion Gelora RA Kartini, Sabtu (21/2). Kemenangan itu membuat Persijap melesat ke peringkat 16 dengan 18 poin, menggeser Semen Padang FC yang kini mengantongi 16 poin, ke posisi 17.
Kondisi ini membuat perjuangan tim Kabau Sirah untuk keluar dari zona degradasi menjadi kian berat, mengingat persaingan di papan bawah kini melibatkan PSBS Biak, Persijap, dan Persis Solo.
Dalam laga lain, Persis Solo yang menempati posisi juru kunci hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan PSBS Biak. Hasil tersebut membuat Persis tetap berada di dasar klasemen dengan 13 poin, sementara PSBS Biak bertahan di peringkat 15 dengan 18 poin karena unggul catatan pertemuan atau head to head dengan Persijap.
Situasi ini menjadi alarm bagi manajemen dan skuat Semen Padang FC untuk segera melakukan evaluasi total di sisa laga musim ini. Jika tidak segera bangkit dan meraih poin penuh di pertandingan berikutnya, ancaman turun kasta ke kasta kedua kompetisi nasional semakin nyata bagi tim yang bermarkas di Stadion GOR Haji Agus Salim ini. (ak/*)
