PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman menindaklanjuti polemik keterlambatan pembayaran gaji dan tunjangan sejumlah perangkat Nagari Pintu Padang, Kecamatan Mapattunggul, yang belum menerima hak mereka hingga akhir tahun anggaran 2024.
Bupati Pasaman, Sabar AS mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar roda pemerintahan di nagari tetap berjalan optimal.
“Kami telah menerima laporan dan langsung menugaskan jajaran DPM ke lokasi. Kami berharap masalah ini segera terselesaikan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya, Rabu (19/2).
Sementara, Kepala DPM Pasaman, Hasrizal mengungkapkan, tim yang terdiri dari Sekretaris DPM dan Kabid Pemerintahan Nagari telah diutus untuk menangani persoalan ini.
“Kami ingin memastikan kedisiplinan perangkat nagari tetap terjaga. Wali Nagari berharap seluruh perangkat menjalankan tugas dengan baik agar kasus serupa tidak terulang,” katanya.
Sekretaris DPM, Asrial Arfandi Hasan menambahkan, ada empat perangkat nagari yang belum menerima gaji dan tunjangan, yakni Madirun, Andra, Ariyus, dan Rahmad Murat. Menurut hasil pemeriksaan, keterlambatan pembayaran disebabkan oleh tidak disiplinnya mereka dalam melaporkan kegiatan harian, yang menjadi syarat pencairan tunjangan.
“Empat perangkat ini tidak membuat laporan kegiatan harian sehingga pembayaran tunjangan mereka tertunda. Namun, saat ini pembayaran sudah diproses melalui sistem Siltap,” kata Asrial.
Rinciannya, Madirun, Jorong Malancar, belum menerima tunjangan selama lima bulan dan operasional tiga bulan. Andra, Kepala Jorong Pintu Padang, belum menerima gaji bulan Desember 2024 dan tunjangan selama 10 bulan. Sementara itu, Ariyus, Kasi Pemerintahan, dan Rahmad Murat, Kasi Pelayanan, juga mengalami keterlambatan tunjangan selama 10 bulan.
Wali Nagari Pintu Padang, Edrianosmoy, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Pasaman dalam menyelesaikan polemik ini.
“Masalah ini telah selesai, dan tunjangan tengah dalam proses pembayaran. Kami berharap seluruh perangkat nagari dapat meningkatkan kinerja mereka agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” katanya.
Ke depan, Nagari Pintu Padang akan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur, pelayanan publik, pendidikan masyarakat, serta penguatan ekonomi melalui BUMNag. Selain itu, nagari juga tengah mengembangkan sektor pariwisata sebagai bagian dari program pembangunan daerah.
Andra, Wali Jorong Pintu Padang, menyatakan akan meningkatkan kinerjanya sebagai perangkat nagari.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih baik ke depan. Kami berkomitmen menjalankan tugas dengan loyalitas, namun juga berharap hak-hak kami tetap diperhatikan,” ujarnya. (nst)