PADANG, KP – Banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan berdampak pada distribusi energi bagi masyarakat. Beberapa akses jalan dan jembatan terputus menyebabkan penyaluran BBM dan LPG terhambat.
Untuk itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengaktifkan skema distribusi RAE (Reguler, Alternatif, dan Emergency) sejak Sabtu (9/3) untuk memastikan pasokan energi masyarakat dapat terpenuhi.
“Longsor dan banjir di beberapa titik serta jembatan putus mengakibatkan penyaluran BBM dan LPG terhambat. Namun, Pertamina Patra Niaga terus berupaya maksimal menyalurkan BBM dan LPG ke masyarakat,” ungkap Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar, Senin (11/3).
Menurutnya, pola RAE melibatkan kerjasama dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan suplai dari Fuel Terminal Pulau Baai di Bengkulu. Pola ini akan memasok 12 SPBU yang terdampak di wilayah Pesisir Selatan.
“Enam SPBU di Kabupaten Pesisir Selatan yang terdampak akan dipasok langsung dari FT Pulau Baai. Pasokan dimulai sejak 9 Maret dengan total penyaluran hingga saat ini sebesar 176 KL Pertalite dan 64 KL Biosolar. Pasokan ini akan terus dilakukan hingga perbaikan jembatan selesai dan jalan dapat dilalui mobil tangki,” katanya.
Namun, 6 SPBU lainnya tidak dapat disupply dari Padang maupun Bengkulu karena jalur terhambat. Sehingga, Pertamina Patra Niaga menggunakan multi moda transportasi seperti Mobil Tangki-Kapal Tangker-Mobil Tangki yang dimulai pada 10 Maret untuk menyalurkan Pertalite 72 KL, Biosolar 48 KL, dan Pertamax 16 KL.
Freddy menjelaskan, sebelumnya BBM dari IT Teluk Kabung diangkut via darat dengan mobil tangki langsung ke SPBU. Namun karena kondisi jalanan rusak, BBM dari IT Teluk Kabung diangkut via mobil tangki ke Pelabuhan Muaro Padang, lalu diangkut oleh kapal ke Pelabuhan Carocok, Pesisir Selatan, dan selanjutnya diangkut kembali ke mobil tangki di pelabuhan menuju ke SPBU.
“Untuk penyaluran LPG saat ini masih aman, menggunakan jalur alternatif oleh agen LPG subsidi 3 kg melalui muara labuh Solok Selatan-Sungai Penuh-Pesisir Selatan,” jelas Freddy Anwar.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi energi berjalan baik dan optimal, terutama di wilayah terdampak. (fai)