PAYAKUMBUH, KP — Pimpinan DPRD Kota Payakumbuh menilai pelaksanaan Car Free Day (CFD) seharusnya digelar di jalan utama, bukan di kawasan Batang Agam atau BWS V, Kecamatan Payakumbuh Barat. Penilaian itu disampaikan menyusul aspirasi pedagang yang terdampak pemindahan lokasi kegiatan hari tanpa kendaraan tersebut.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat kerja dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meminta penjelasan mengenai dasar penetapan Batang Agam sebagai lokasi CFD.
“Mungkin kita akan mengadakan rapat kerja dengan OPD yang terkait dengan Car Free Day, apakah itu Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, dan lainnya. Kami akan panggil dalam rapat kerja untuk mempertanyakan apa yang mendasari Car Free Day di Batang Agam,” kata Wirman di Payakumbuh, Senin (22/12).
Ia menambahkan, sesuai harapan bersama, CFD seharusnya dilaksanakan di ruas jalan utama kota. “Sesuai harapan kita bersama, Car Free Day seharusnya di jalan utama,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh pada Senin (11/11), Fraksi Partai Golkar menilai pelaksanaan CFD menimbulkan keresahan bagi pelaku UMKM karena mengganggu akses menuju kawasan Batang Agam.
“Belum ada respons dari pemerintah daerah terkait yang disampaikan Fraksi Partai Golkar mengenai keresahan pelaku UMKM,” ujar Wirman.
Meski demikian, ia meminta pedagang di kawasan Batang Agam untuk tetap bersabar sambil menunggu kejelasan regulasi. “Kita berharap pedagang bersabar dulu sampai regulasi yang pasti dikeluarkan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, menyayangkan penutupan akses kendaraan menuju Batang Agam yang dilakukan sejak pukul 06.00 setiap Sabtu. Menurutnya, kebijakan tersebut memberatkan pedagang yang hendak masuk ke lokasi berjualan. “Sayang juga kalau jam 6 sudah ditutup. Seharusnya jam 7 masih dibolehkan masyarakat masuk untuk berjualan,” kata Hurisna.
Meski menyayangkan kebijakan tersebut, Hurisna menilai pemerintah daerah melalui OPD terkait kemungkinan memiliki pertimbangan tersendiri dalam penetapan lokasi dan waktu penutupan akses CFD.
“Mungkin pemerintah punya pertimbangan kenapa Car Free Day dilakukan di Batang Agam dan ditutup jam 6 pagi. Saran saya, pedagang datang lebih awal agar tidak terkendala akses masuk,” ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan Car Free Day di Kota Payakumbuh sempat dipusatkan di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Barat. (dst)