Home » Produksi Ikan Tawar Pasaman Capai 14.264 Ton di Triwulan I 2025

Produksi Ikan Tawar Pasaman Capai 14.264 Ton di Triwulan I 2025

Redaksi
A+A-
Reset

LUBUK SIKAPING, KP – Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman mencatat total produksi ikan tawar pada Triwulan I tahun 2025 telah mencapai 14.264 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman, M. Dwi Richie, mengatakan bahwa angka tersebut melebihi target produksi ikan tawar yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pasaman pada Triwulan I, yakni sebanyak 14.000 ton.

“Dari hasil laporan yang kami terima, capaian produksi perikanan Triwulan I tahun 2025 sebanyak 14.264,21 ton. Alhamdulillah, angka ini melebihi target produksi untuk periode tersebut,” terang M. Dwi Richie di Lubuk Sikaping, Selasa (13/5).

Ia menyampaikan bahwa total produksi tersebut merupakan akumulasi dari semua jenis ikan tawar unggulan Pasaman. “Jenis ikannya mulai dari ikan mas, ikan nila, lele, mujair, dan paweh. Kemudian ikan gabus, gurame, dan ikan betutu,” tambahnya.

Menurut Richie, sektor perikanan merupakan salah satu denyut nadi perekonomian masyarakat Pasaman yang tersebar di Kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur, dan Panti.

“Kabupaten Pasaman merupakan daerah unggulan sektor perikanan yang memiliki kolam ikan terbesar di Sumatera Barat. Terdapat area kolam ikan seluas 6.500 hektare dan terdiri dari sekitar 7.500 kolam dengan luas masing-masing satu hektare,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Pasaman memiliki potensi hingga 55.000 hektare untuk kolam ikan tawar. “Ini tentu potensi yang besar apabila dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Saat ini, pasar perikanan Pasaman mencakup seluruh daerah di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jambi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Pasaman, menurutnya, terus berupaya melakukan pembinaan dan memberikan bantuan agar produksi ikan terus meningkat, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras Pemkab Pasaman, daerah ini telah ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya oleh Kementerian KKP melalui Keputusan Nomor 64 Tahun 2021. Pasaman juga memperoleh bantuan satu unit alat berat untuk pembuatan kolam ikan baru,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, telah berdiri pabrik pakan ikan yang dibangun pada tahun 2022 melalui anggaran APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. “Tentunya, dengan berdirinya pabrik pakan ini menjadi sebuah prestasi dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasaman, khususnya para petani ikan. Kebutuhan masyarakat kita satu per satu sudah mulai terjawab dan tersedia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan pabrik tersebut dapat membantu menurunkan biaya produksi petani ikan di daerah setempat. “Khususnya bagi petani ikan agar mendapatkan pakan yang berkualitas dan terjangkau. Pabrik pakan ini dibangun dengan kapasitas produksi satu ton per jam,” jelasnya.

Saat ini, pabrik pakan tersebut baru mampu memenuhi 10 persen dari total kebutuhan pakan ikan di Pasaman. “Ke depan akan kita tingkatkan agar seluruh kebutuhan petani ikan terpenuhi. Kita juga akan meminta dukungan dari Kementerian KKP agar kapasitas produksi ditingkatkan,” harapnya.

Sebagai informasi, produksi ikan di Pasaman meningkat menjadi 62.718 ton sepanjang tahun 2024. Capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor ikan tawar ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 61.450 ton.

Sementara itu, jumlah benih ikan yang tercatat dalam aplikasi Apdest tahun 2024 mencapai 388.378 ekor. Untuk jenis ikan tawar, produksi tertinggi masih didominasi oleh ikan mas sebanyak 28.564 ton. Disusul oleh ikan nila sebanyak 18.850 ton, dan ikan lele sebanyak 12.418 ton.

Selanjutnya, produksi ikan mujair sebanyak 1.798 ton, ikan nilem/paweh 526 ton, ikan gabus 370 ton, ikan gurame 127 ton, dan ikan betutu sebanyak 62 ton. (nst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?